Wednesday, 17 October 2018

Gus Ipul : Korban PHK Harus Optimis Bisa Ciptakan Lapangan Kerja Baru

post-top-smn
Wagub Jatim menandatangani semboyan pelatihan wirausaha

Wagub Jatim menandatangani semboyan pelatihan wirausaha

 

Surabaya, SMN – Korban Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)  harus merubah pola pikirnya, bahwa kegagalan awal kesuksesan. Maka dari itu harus optimis bisa menciptakan lapangan kerja baru melalui Wirausaha. Siapa tahu karena kehilangan pekerjaan tapi akan menemukan yang lebih baik.

Hal itu ditegaskan Wakil Gubernur Jatim Gus Ipul ketika membuka Pelatihan Wirausaha bagi korban PHK, di Hotel G-Suites Jl Raya Gubeng no 43 Surabaya, Rabu (2/11)

Menurutnya, mengelola apapun pada dasarnya adalah kepercayaan. Maka usahakan merebut kepercayaan/ manajement trust. Karena orang kalau sudah mendapat kepercayaan akan mudah berwirausaha, pasti banyak yang akan membantu. Tapi jangan lupa untuk mempertanggungjawabkan kepercayaan yang sudah diberikan. Jika usaha sudah dikelola dengan baik dan mendapat kepercayaan, selanjutnya harus cerdas melihat peluang dan situasi denga.n cara menjalin komunikasi. “Kerja sama yang saling menguntungkan dan sinergi sangat penting dikembangkan dalam dunia usaha,” katanya.

Dalam berwirausaha harus kerja keras, sungguh-sungguh dan fokus, serta totalitas terhadap suatu pilihan. Karena kalau sudah menjadi pilihan tentunya akan bekerja dengan hati. Selain itu, harus disiplin mengembalikan pinjaman modal usaha/ angsuran. Gunakan  kaidah-kaidah bisnis, karena pada dasarnya tidak ada yang gratis. Yang tidak kalah pentingnya adalah, produknya harus mempunyai daya saing/ keunggulan  kompetitis bukan keunggulan komparatif. Sebab pertarugan makin ketat di era MEA.

Pelatihan Wirausaha dengan Tema “Sukses Berawal dari Sekarang” ini merupakan Program Pemberdayaan Korban PHK yang diselenggarakan PT Jasa Raharja Cabang Jatim kerja sama dengan YDSF Surabaya sebagai lembaga sosial berstatus Lembaga Amil Zakat Nasional.

Tujuannya, melatih wirausaha dan motivasi dalam membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pemanfaatan program berkelanjutan, memberdayakan korban PHK dalam usaha meningkatkan kualitas usaha, meningkatkan skill dan keterampilan usaha kelompok, dan mendorong kreatifitas anggota kelompok untuk inovatif dalam pengembangan usaha.

Materi yang disampaikan antara lain, motivasi dan membangun mindset agar lebih bersemangat menjalani hidup, Strategi membuka usaha baru dan penanganannnya, testimoni korban PHK setelah sukses membuka usaha, pelatihan pembuatan kuliner yang meliputi tata boga, dan keterampilan elektro, serta sinergy building dan games.

Pelatihan Wirausaha yang dilaksanakan tgl 2 – 5 Nopember ini diikuti 40 orang peserta, yang terdiri dari korban PHK yang tersebar di beberapa lokasi di Surabaya dan sekitarnya, orang tua single parent korban kecelakaan, dan pemberdayaan komunitas dalam meningkatkan taraf hidup. Tempat praktek di Lakukan di tiga lokasi, yaitu Bogasari Baking Center Jl. Kedungdoro Surabaya, PENS (Politeknik Elektronika Negeri Surabaya) Jl. Mulyosari-ITS Surabaya, dan Hall Hotel Evora Jl. Jojoran Surabaya.

Program yang dilaksanakan antara lain berupa Pelatihan Pelatihan Kuliner, dipandu oleh tim ahli dari PTBogasari Jl Tegalsari Surabaya. Menu masakan meliputi masakan tradisional, jajanan kaki lima, kue, roti dll. Pelatihan Kuliner yang diikuti 25 orang peserta akan mendapatkan modul dan sertifikat sebagai bentuk kompetensi.

Pelatihan elektronika, Pelatihan servis motor listrik  (dinamo kipas, ac, pompa air) dan pengenalan cara kerja kelistrikan. Maintenence pendingin ruangan (AC). Meliputi pembongkaran dan pencucian AC, yang dipandu teknisi ahli. 15 orang peserta yang mengikuti pelatihan bidang Elektrorika  ini  mendapatkan modul, praktek di lab dan perlengkapan listrik di PENS Surabaya.

Pelatihan Kewirausahaan, kegiatannya memotivasi peserta agar memiliki minat kemauan dan kemampuan menjadi wirausahawan, termotivasi untuk mendirikan usaha, terutama usaha kecil dan menengah, serta memahami teknik untuk mendirikan usaha, cara membaca peluang usaha dan menjalankan usaha secara profesional, selanjutnya mampu merancang rencana wirausaha ke depan dimulai dari sekarang. Kelompok yang akan diikuti 40 orang peserta ini akan dipandu  tim ahli kewirausahaan dan beberapa praktisi usahawan yang sukses di bidangnya. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait