Friday, 20 July 2018

Gus Ipul : Kearifan Lokal Jadi Modal Hadapi Globalisasi

post-top-smn
Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Duta Seni Pelajar Se Jawa Bali dan Lampung di Provinsi Jawa Timur, di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (18/10) malam.

Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Duta Seni Pelajar Se Jawa Bali dan Lampung di Provinsi Jawa Timur, di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (18/10) malam.

Surabaya, SMN – Kearifan lokal yang dimiliki oleh Bangsa Indonesia seperti seni, budaya maupun pertunjukan daerah mampu menjadi modal utama dalam menghadapi persaingan globalisasi atau kemajuan zaman.

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat membuka Duta Seni Pelajar Se Jawa Bali dan Lampung di Provinsi Jawa Timur, di Hotel Mercure, Surabaya, Rabu (18/10) malam.

Ia mengatakan, kearifan lokal masyarakat Indonesia dapat dijadikan aset sekaligus modal untuk bersaing dan bertahan di tengah derasnya arus globalisasi yang diwarnai dengan persaingan yang semakin ketat.

“Kearifan lokal seperti kesenian dan kebudayaan yang dimiliki oleh bangsa ini jadi kekuatan kita dalam menghadapi globalisasi. Seni dan budaya yang dimiliki oleh setiap daerah adalah kekuatan kita untuk menangkal budaya asing yang masuk,” tegasnya.

Gus Ipul sapaan akrabnya mengaku bangga dengan keanekaragaman seni maupun budaya yang dimiliki oleh Indonesia khususnya Jatim. Kebanggannya tersebut, semakin terlihat jika kesenian maupun kebudayaan tampil di mancanegara.

“Kita patut bangga, banyak seni dan budaya kita diapresiasi oleh luar negeri. Salah satu buktinya, dengan diundang dan tampil sebagai acara penting di mancanegara. Itu menunjukkan, bahwa kesenian Indonesia dan Jatim diminati dan di respon positif oleh masyarakat asing,” imbuhnya.

Menurutnya, seni budaya jika dikelola dengan baik akan menciptakan indutri kreatif baru. Caranya, dengan mengemas produk kesenian dari daerah berupa souvenir tari tarian, patung hingga kerajinan khas daerah. Jika kerajinan tersebut bisa dikembangkan, akan mendatangkan nilai ekonomis yang luar biasa bagi masyarakat sekitar.

Terdapat pepatah bijak mengatakan, bahwa dengan agama hidup menjadi terarah, dengan ilmu hidup menjadi mudah dan dengan seni budaya hidup menjadi indah. Oleh karena itu, seni budaya dan kesenian yang merupakan kesenian asli Indonesia harus dijaga keberadaanya.

Dalam laporannya, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Dr. H. Jarianto M.Si  mengatakan, maksud dan tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan kemampuan dan keterampilan pelajar di bidang seni budaya bangsa. Sekaligus sebagai media pengenalan dan pembelajaran seni/cagar budaya dan tempat daerah wisata.

Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa cinta seni budaya serta cinta kepada tanah air. Tak hanya itu, tujuan lain dari kegiatan ini yaitu meningkatkan solidaritas, persaudaraan demi kesatuan dan persatuan antar generasi muda.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait