Tuesday, 12 December 2017

Gus Ipul : Inovasi Teknologi Harus Hasilkan Nilai Tambah Ekonomi

post-top-smn

Wagub Jatim Saifullah Yusuf mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. (HC). H. Muhammad Jusuf Kalla waktu menekan tombol dan penandatanganan prasasti pada acara Seminar Nasional Hilirisasi Teknologi & Start-Up Bisnis serta Peresmian Jusuf Kalla Innovation and Enterpreneurship Centre di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang

Malang, SMN – Inovasi teknologi yang terus berkembang saat ini menjadi bagian penting bagi kemajuan bangsa. Oleh karena itu, inovasi teknologi wajib menghasilkan sebuah nilai tambah  bagi ekonomi suatu daerah.

Pandangan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. (HC) H. Muhammad Jusuf Kalla pada acara Seminar Nasional dan Peresmian Jusuf Kalla Innovation and Entrepreneurship Centre di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang, Senin (4/12) siang.

Ia mengatakan, kemajuan teknologi saat ini wajib menjadi modal awal dalam memberikan manfaat bagi perekonomian suatu daerah. Dan aspek hilirisasi menjadi nilai tambah yang sangat penting.

“Hilirisasi inovasi teknologi adalah persoalan yang penting sekaligus genting saat ini. Apalagi kemajuan zaman, menuntut perubahan sangat cepat sebagai akibat dari kemajuan teknologi,” kata Gus Ipul – panggilan akrab Wagub Saifullah Yusuf.

Masih kata Gus Ipul, bagi mereka yang mampu memanfaatkan kemajuan teknologi menjadi sebuah berita baik alias berkah. Tapi bagi mereka yang tak mampu memanfaatkannya, kemajuan teknologi bisa menjadi sumber musibah atau kabar buruk. “Suka atau tidak, ia datang menjadi bagian dari kehidupan kita serta  mempengaruhi dan bahkan membentuk hidup kita,” ujarnya.

Dalam seminar nasional yang bertema ‘Pekan Hilirisasi Inovasi Teknologi dan Start Up Bisnis”, Gus Ipul menjelaskan, kalau tema tersebut memiliki empat kata kunci penting dalam mengelola kewirausahaan, yakni aspek teknologi, inovasi, bisnis dan kewirausahaan.

“Untuk dapat mensinergikan antara teknologi menjadi sebuah nilai tambah ekonomi diperlukan sinergi antara institusi riset, industri, marketing dan investasi,” tuturnya.

Untuk institusi riset, sebut Gus Ipul, dibutuhkan persiapan dengan pengembangan dari waktu ke waktu. Sedang dari dunia industri, diupayakan untuk menindaklanjutinya lewat sisi manufaktur. Di sisi berikutnya, diperlukan upaya pemasaran yang layak serta langkah aktivitas investasi.

“Keempat kata kunci itu sangat dekat dengan Pak JK. Dunia bisnis, kewirausahaan dan inovasi adalah dunia Pak JK. Pak JK adalah contoh sukses di dalamnya dan sukses itu tak mungkin bisa dicapai jika Pak JK tak bersahabat dengan teknologi,” terang Gus Ipul.

Lebih lanjut Gus Ipul menambahkan, salah satu wujud perkembangan ekonomi saat ini dinilai semakin meluas dan menguat pada bisnis start up. Utamanya terwujud pada bisnis di bidang teknologi dan informasi berbasis internet.

“Bisnis start up yang kita sebut sebagai bisnis jaman now ini  jelas membutuhkan pebisnis jaman now. Mereka adalah anak muda yang penuh dengan gagasan baru, yang berpikir out of the box dan selalu melahirkan inovasi,” tegasya.

Wagub Jatim Saifullah Yusuf mendampingi Wakil Presiden Republik Indonesia Dr. (HC). H. Muhammad Jusuf Kalla meninjau tempat pameran pada acara Seminar Nasional Hilirisasi Teknologi & Start-Up Bisnis serta Peresmian Jusuf Kalla Innovation and Enterpreneurship Centre di Gedung Widyaloka Universitas Brawijaya Malang

 

Perguruan Tinggi Sebagai Tempat Berinovasi Teknologi

Pada kesempatan itu, Wapres Jusuf Kalla menyampaikan, bahwa perguruan tinggi memegang peranan penting dalam mewujudkan inovasi teknologi. “Kata kunci dari hilirisasi adalah implementasi kongkrit dalam penerapan tekonologi yang ada saat ini. Perguuran tinggi harus jadi tempat melahirkan inovasi inovasi teknologi produktif,” tegasnya.

Semua negara, terang JK, tengah memakmurkan masyarakatnya dengan seluruh potensi yang dimiliki. Akan tetapi, sumberdaya alam yang besar jika tidak bisa dimanfaatkan dengan baik akan menjadi bencana.

“Maka, kemajuan suatu negara tidak terlepas dari keunggulan perguruan tinggi atau universitas yang dimilikinya,” sebut JK.

Menurutnya, kemampuan manajerial dan teknologi juga harus dimiliki oleh Indonesia. Kemajuan tersebut dibutuhkan penggabungan antara sumberdaya manusia dengan pengembangan pendidikan dan riset.

“Perguruan tinggi sebagai yang menciptakan teknologi harus mampu bersinergi dengan dunia usaha untuk mengerakkan sektor ekonomi bangsa. Inovasi teknologi juga harus melibatkan peran anak anak muda kreatif dan produktif. Menggabungkan tiga komponen kekuatan tersebut adalah cara untuk memenangkan persaingan globalisasi,” terangnya.

Lebih lanjut JK menerangkan, perkembangan dunia saat ini berada di revolusi industri ke 4, yakni kekuatan ekonomi yang mengutamakan pada aspek Industri Teknologi (IT). Dan saat ini, sebut JK, seluruh dunia tengah mengedepankan sharing ekonomi, termasuk Indonesia. Dan transportasi online dan e-comerce adalah bentuk sharing ekonomi.

“Inilah yang disebut share ekonomi. Mereka menjual dengan sharing teknologi. Jika kita tidak ikut revolusi ini, kita akan menjadi negara konsumen. Oleh karenanya, kampus harus menjadi pusat kewirausahaan baru dan inovatif. Revolusi ini membutuhkan inisiator yang hanya mampu digerakkan oleh anak-anak muda produktif. “tutupnya.

post-top-smn

Baca berita terkait