Sunday, 27 May 2018

Gus Ipul Gagas KKN Tematik di Desa-Desa

post-top-smn
Wagub Jatim hadir dan menjadi pembicara pada acara seminar nasional di Universitas Bhayangkara Surabaya

Wagub Jatim hadir dan menjadi pembicara pada acara seminar nasional di Universitas Bhayangkara Surabaya

Surabaya, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf menggagas Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang berlokasi di desa-desa yang ada di Jatim.

Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan pada Seminar Nasional dengan tema “Peran Generasi Muda dalam Inovasi Pembangunan Desa Guna Mengembangkan Kemandirian Desa” di Auditorium Universitas Bhayangkara (UBHARA) Surabaya, (15/11).

Ia mengatakan, gagasan KKN di desa karena adanya kesenjangan atau disparitas antara pedesaan dan perkotaan. Kesenjangan tersebut terus dicarikan solusi sehingga bisa terkikis. Untuk itulah, dibutuhkan peran serta semua pihak dalam menanggulanginya.

Mahasiswa merupakan salah satu elemen penting pembangunan daerah. Banyak program bisa dilakukan mahasiswa agar kesenjangan antara pedesaan dan perkotaan tidak semakin tinggi. “Di sinilah saatnya mahasiswa berperan. Kita ingin Ubhara memulai menggagas KKN yang tematik berawal dari desa. Desa-desa kita adalah andalan masa depan kita,” ungkapnya.

KKN tematik bisa dimulai dari membantu pembenahan sarana dan infrastruktur di daerah pedesaan. Gus Ipul mencontohkan kegiatan Pramuka yang bersinergi bersama mengecat kampung-kampung yang ada di Jatim menjadi lebih bewarna dengan menggerakkan karang taruna.

“Saya ingin, mahasiswa juga dapat berperan dalam KKN maupun kegiatan di desa seperti menjadikan kampung kelir sebagai daerah yang inspiratif. Kampung kelir digagas oleh Pramuka dengan memberdayakan warga untuk mengecat dan merenovasi rumah menjadi lebih indah dan tertata,” tegasnya.

Gus Ipul mengapresiasi, gagasan Presiden Jokowi dalam Nawacita dengan menetapkan pembangunan desa sebagai pembangunan prioritas. Bahkan, pembangunan desa diamanatkan juga dalam Undang-Undang Desa.

Dalam undang-undang desa tersebut dapat diartikan bahwa pemerintah ingin lebih memprioritaskan pembangunan yang diawali dari daerah pinggiran atau dari desa. Keinginan pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat mulai dari desa bertujuan agar kemajuan di desa sama dengan kemajuan di perkotaan.

Sementara itu, Rektor UBHARA Brigjen Pol (Purn) Drs. Edy Prawoto SH. M.Hum mengatakan, bahwa pemuda adalah generasi penerus bangsa yang akan memegang kendali kemajuan bangsa, baik yang berada diwilayah perkotaan maupun dipedesaan. Pemuda harus terus berpedoman pada ke Bhinekaan Tunggal Ika dengan terus mengasah kemampuan diri sekaligus bersatu untuk menjaga NKRI.

“Pemuda harus menjadi motor perubahan. Kami memilih tema dengan Peran Generasi Muda dalam Inovasi Pembangunan Desa Guna Mengembangkan Kemandirian Desa yang diharapkan mampu menjadikan pemuda basis pembangunan yang produktif,” tutupnya. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait