Saturday, 20 October 2018

Gus Ipul : Faktor Kiai dan Alumni Jadi Alasan Seorang Santri Mondok

post-top-smn
Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf Memberikan Sambutan Pada Acara Hail ke 5 KH Abdullah Faqih di Ponpes Langitan Kab. Tuban (tadi  malam)

Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf Memberikan Sambutan Pada Acara Hail ke 5 KH Abdullah Faqih di Ponpes Langitan Kab. Tuban (tadi malam)

Tuban, SMN – Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf mengungkapkan, bahwa seorang santri yang belajar ilmu pengetahuan dan agama yang disebut ‘Mondok’ sekitar 50 persen ditentukan oleh faktor pengasuh atau kiai disebuah pondok pesantren (ponpes).

Hal tersebut disampaikan Wakil Gubernur Jawa Timur Drs. H. Saifullah Yusuf saat memberikan sambutan pada acara Haul ke 5 KH. Abdullah Faqih di Ponpes Langitan, Kab. Tuban, Kamis (6/1) malam.

Ia mengatakan, terkadang seorang santri bertekad dari rumah dalam mencari ilmu pengetahuan dan agama tanpa disertai bekal yang cukup. Maka, alasan seorang santri untuk mondok adalah mereka ingin mencari keberkahan dari pendiri dari ponpes tersebut.

“Bedasarkan survey, terungkap alasan bahwa seorang santri mondok di sebuah ponpes sekitar  50 % disebabkan karena pengasuhnya atau kiai yang sangat disegani. Salah satu kiai dan ulama yang sangat disegani adalah guru kita semua yakni KH. Abdullah Faqih langitan Tuban. Meskipun ia telah wafat namun, santri merasa bahwa beliau dekat dengan kita,” ungkapnya.

Gus Ipul menambahkan, bahwa  alasan utama seorang santri mondok adalah mencari ridho Allah yang terdapat dalam diri dari seorang kiai yang kharismatik dan memiliki ilmu yang cukup. “Santri biasanya yang dicari adalah ridho Allah SWT. Ridho Allah, dapat dicari salah satunya melalui kiai dan ulama di sebuah ponpes. Santri berharap, dengan menimba ilmu kepada kiai dan ulama yang teruji, kelak mereka akan bertemu kembali di surganya Allah pada akherat nanti,” imbuhnya.

Alasan lainnya, lanjut Gus Ipul seorang santri mondok di sebuah ponpes dikarenakan  alumni. Kesuksesan alumni sebuah ponpes menjadi tolak ukur seorang santri untuk menimba ilmu di sebuah ponpes.

Ia menyebut, banyak alumni di sebuah ponpes besar telah menjadi tokoh besar di daerah tertentu sekaligus telah menjadi panutan. Kondisi itulah yang akhirnya diikuti oleh santri lainnya untuk terus belajar dan mengembangkan diri di ponpes.

“Jadi pengaruh alumni sangat besar. Allhamdulillah, alumni di langitan telah banyak menjadi tokoh dan orang-orang hebat yang menjadi panutan sehingga ia menjadi ujung tombak dalam memajukan ponpes langitan. Saya juga sering menemui, banyak alumni yang bekerja dan mengabdi diberbagai bidang seperti bidang sosial, pendidikan hingga bidang keagamaan. Mereka mempunyai pengaruh besar kepada ummat yang ada,” ujarnya.

Tak lupa, Gus Ipul berterima kasih atas dukungan dan sinergi yang terjalin baik antara pemerintah bersama tokoh agama dan ponpes di Jatim. Menurutnya, pemerintah tidak mungkin dapat menjangkau keseluruhan pendidikan akhlak, moral dan agama.

Pendidikan akhlak, moral dan agama merupakan modal penting dari kemajuan suatu daerah. Oleh karena itu, peran dari kiai dan ulama dalam menjaga pendidikan akhlak, moral dan agama menjadi hal yang penting untuk terus dilakukan.

post-top-smn

Baca berita terkait