Tuesday, 16 October 2018

Gus Ipul Apresiasi Upaya Pelestarian Kebudayaan Lokal

post-top-smn
Wagub Jatim menyaksikan pemberian doa kepada peserta jalan mundur dari kelurahan celaket malang ke gunung bromo dan gunung semeru

Wagub Jatim menyaksikan pemberian doa kepada peserta jalan mundur dari kelurahan celaket malang ke gunung bromo dan gunung semeru

 

Surabaya, SMN – Drs. H. Saifullah Yusuf, Wakil Gubernur Jawa Timur, mengapresiasi upaya-upaya pelestarian budaya lokal, terlebih lagi di tengah derasnya pengaruh asing yang masuk ke Indonesia. Hal ini disampaikannya ketika membuka International Celaket Cross Culture Festival (ICCF) kelima di Kampung Celaket, Kota Malang (25/10).

Tahun ini merupakan kali kelima penyelenggaraan festival budaya yang diikuti berbagai propinsi bahkan dari berbagai negara. Hal yang membahagiakannya ialah ramainya festival ini oleh kehadiran tak hanya orang tua, tetapi juga anak-anak dan remaja. Untuk itu, Gus Ipul, sapaan akrab Wagub Jatim, menghaturkan rasa hormatnya kepada mereka yang senantiasa berusaha melestarikan kebudayaan. “Saya bangga pada kegiatan seperti ini. Inilah kekayaan budaya milik Indonesia, milik kita semua. Hanya ada di sini, tidak ada di luar negeri”, terangnya bangga.

Salah satu atraksi yang cukup menarik perhatian pada perhelatan kali ini ialah upaya pemecahan rekor dunia jalan mundur terjauh. Aktivitas tersebut akan dilakukan Tarpin Iswahyudi yang akan menempuh jarak sekitar 198 kilometer selama kurang lebih sepekan ke depan. Dalam kesempatan tersebut Gus Ipul berkesempatan melepas Tarpin memulai langkahnya. “Saya mengapresiasi kegiatan ini, khusus untuk yang jalan mundur saya doakan lancar dan selamat,” terangnya.

Dalam acara ini hadir pula Ridwan Hisyam, Anggota DPR RI dari Dapil V Jawa Timur. Ia pun memuji kegiatan ini sebagai kreatifitas lokal dalam bidang seni dan budaya. “Ke depan, kita mesti mengedepankan kebudayaan lokal. Bila dahulu kebudayaan diseragamkan maka pasca reformasi kita bebas mengembangkan kebudayaan lokal kita”, terangnya

Lebih lanjut Ridwan meminta camat dan kepala dinas untuk mendorong kebudayaan celaket menjadi ikon wisata kota Malang. Menurutnya Pariwisata cukup potensial dalam menghasilkan devisa bagi negara. “Potensi pariwisata harus ditangkap. Saya harap Dinas Pariwisata melakukan pembinaan terhadap kegiatan ini agar tahun depan makin banyak wisatawan mancanegara yang hadir,” terangnya.

Usai mengikuti rangkaian acara pembukaan di lapangan Celaket, Gus Ipul menyempatkan untuk berjalan keliling ke rumah-rumah warga di Kampung Celaket. Ia sangat terkesan dengan seni dan ke-khas-an rumah warga dan berharap hal ini terus dilestarikan.

International Celaket Cross Cultural Festival (ICCCF) ini diselenggarakan dalam rangka melestarikan budaya nusantara dan serta membangkitkan kembali nilai-nilai sejarah dan budaya lokal. Celaket sendiri merupakan suatu kawasan yang diyakini oleh beberapa pihak memiliki keterkaitan dengan sejarah Tambelang, salah satu kerajaan kuno yang disegani di masa lalu.

ICCF yang diselenggarakan di Kelurahan Rampal Celaket Malang ini sudah memasuki tahun kelima. Kegiatan yang dimulai hari ini akan berlangsung hingga 29 Oktober 2016. Festival ini diisi berbagai rangkaian acara, diantaranya pemecahan Rekor MURI berjalan mundur dari Celaket – Bromo – Puncak Semeru yang dilakukan oleh Tarpin dari Komunitas Gimbal Alas, arak-arakan, penampilan sekitar 2.000 seniman, 500 UKM, 200 jaranan dan bantengan, kesenian ludruk serta pemilihan putera dan putri Batik Celaket. Hadir dalam acara ini budayawan Sudjiwo Tedjo, KEpala Dinas Pariwisata Kota Malang, serta berbagai komunitas budaya.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait