Friday, 24 May 2019

Gus Ipin Ajak Topan Pelawak Merasakan Nginap di Rumah Warga

post-top-smn

Plt. Bupati Trenggalek, mengajak pelawak Topan menginap di salah satu rumah warga.

Trenggalek, suaramedianasional.co.id – Menginap di rumah warga menjadi salah satu agenda rutin yang dilakukan oleh Plt. Bupati Trenggalek, Moch. Nur Arifin. Selain bertujuan merasakan langsung kehidupan warga kurang mampu yang di inapi, pemimpin muda ini memanfaatkan kegiatan menginap di rumah warga untuk rembug bersama masyarakat.

Ada yang berbeda dengan agenda menginap di rumah warga kali ini, Rabu (14/5/2019) Nur Arifin tidak sendiri. Bapak tiga anak ini mengajak Topan, pelawak tanah air yang mungkin tidak asing di tengah-tengah masyarakat.

Plt. Bupati ini ingin mengajak pelawak tersebut merasakan bagaimana rasanya menginap di rumah warga. Apalagi rumah yang di inapi ini bukanlah rumah warga yang berkecupan, melainkan rumah warga miskin yang minim akan fasilitas. Kehadiran Topan sekaligus diharapkan dapat menghibur masyarakat di Pesisir Selatan.

Kepada Humas Pemkab Trenggalek, Topan menuturkan “sudah lama sebenarnya Mas Ipin ingin mengajak saya menginap di rumah warga, namun baru hari ini bisa terlaksana,” ungkapnya.

Ditanya rasanya menginap di rumah warga, Topan menjelaskan pertama saya bangga bisa menyatu dengan warga di Dusun Kempong, Ngulung Wetan ini. Tidak menyangka dan diluar angan-angan bisa menginap di rumah warga dengan Bupati Trenggalek, imbuhnya.

Gus Ipin ini orangnya familiar, selain seorang pejabat yang punya wewenang, punya tugas tetapi ingin menyusup kedalam situasi di wilayah-wilayah dan seperti apa dimasyarakat itu sendiri. Sehingga bisa langsung tahu keluh kesah warga.

Persoalannya bukan lebih enak tidur di rumah, menginap di rumah warga bisa langsung tahu keluh kesah mereka. Saya sudah pernah merasakan bagaimana rasanya lapar, apa bisa kita tidur dalam keadaan lapar, tidak bisa kan. Disini Gus Ipin bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat, tegas Topan.

Pelawak ini berpesan, Mas Ipin boleh saja dekat dengan masyarakat, tapi jangan terikat janji yang tidak bisa dilakukan. Saya yakin kalau beliau paham mana yang bisa dan tidak bisa dilakukan, karena janji itu harus ditepati.

Agenda seperti ini cukup baik, mungkin bisa ditiru para kepala daerah lainnya. Tidak hanya duduk dan mendengarkan laporan saja, melainkan perlu langsung turun kebawah guna mengambil kebijakan membangun daerahnya. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait