Sunday, 21 October 2018

Gubernur : Korpri Jadikan Jatim Nomor Satu Dalam Pelayanan Publik

post-top-smn
Gubernur Jatim Soekarwo saat membacakan amanah Presiden RI di Upacara  Peringatan Hari Korpri ke 45 di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Gubernur Jatim Soekarwo saat membacakan amanah Presiden RI di Upacara Peringatan Hari Korpri ke 45 di Gedung Negara Grahadi Surabaya

Surabaya, SMN – Jawa Timur selalu menjadi nomor satu dalam pelayanan publik di Indonesia. Hal tersebut dikarenakan Korpri selalu dekat dengan rakyat dan bisa memberi pelayanan dengan baik.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo, saat Menjadi Inspektur Upacara pada HUT Korpri ke 45 tahun 2016 di Halaman Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (29/11) mengatakan, oleh sebab itu di HUT Korpri ke 45 Tahun 2016 mengucapkan terimakasih kepada Korpri kabupaten/kota dan Provinsi di Jawa Timur karena telah berbuat luar biasa yang menjadikan Jawa Timur selalu menjadi nomor satu dalam memberi pelayanan publik di Indonesia.

Gubernur mengatakan, kerena Korpri telah memberikan pelayanan publik yang baik dan selalu dekat dengan rakyat menjadikan Gubernur dan Pemprov Jawa Timur selalu mendapat berbagai penghargaan dari pemerintah pusat dan negara lain di dunia.

Pelayanan yang baik tersebut bukan saja dirasakan oleh rakyat atau masyarakat Jawa Timur, tetapi juga dirasakan oleh masyarakat di berbagai daerah di Indonesia. Oleh sebab itu pelayanan publik yang baik di Jawa Timur bisa ditawarkan menjadi model pelayanan publik di Indonesia.

Dengan adanya Korpri, pelayanan publik di Jawa Timur memang menjadi luar biasa. Tetapi perlu diingat dengan adanya Undang-Undang (UU) No 23 Tahun 2014 tugas Korpri atau Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak sekedar hanya memberi pelayanan publik yang dikedepankan tetapi harus diperkuat dengan pemberdayaan masyarakat dan bisa membuat perjanjian dengan yang dilayani yakni rakyat.

Maka ASN harus mendapingi masyarakat agar bisa mengetahui hak dan kewajibannya. Hak diberikan kepada rakyat yang berbanding lurus dengan kewajibannya. Hak-hak yang digunakan masyarakat tidak boleh merugikan orang lain. Seperti dicontohkan para ulama Jawa Timur pada (4/11) 2016 yang lalu dengan haknya mengajukan aspirasinya di Jakarta tetapi kewajibannya harus tertib.

Dikatakan, Soekarwo, dulu PNS/ASN itu normatif tetapi dengan  adanya UU No 23/2014 seperti sekarang rakyat didorong bersama ASN merumuskan palayanan yang baik. Kekeliruan sistem normatif pada PNS/ASN itu, karena ASN tersebut bisa dikatakan serba bisa terhadap rakyat. “Rakyat sebenarnya telah mempunyai cara tersendiri dalam menyelesaikan permasalahannya, maka harus dibantu difasilitasi,” tuturnya.

Oleh sebab itu generasi baru ASN adalah generasi pemberdayaan dan partisipatoris yang bisa menimbulkan pelayanan publik yang baik kepada rakyat. Sebelumnya UU PNS/ASN adalah  Fungsi PNS/ASN adalah peningkatan pelayanan publik. Sekarang ditambah dengan kemampuan untuk mendorong masyarakat dan mengajak masyarakat untuk merumuskan kebijakan yang baik. Oleh sebab itu diharapkan pertemuan dengan masyarakat bisa dilakukan minimal satu bulan sekali.

Pada kesempatan itu, Gubernur memberikan Taspen kepada 1.155  orang Aparatur Sipil Negara (ASN) Provinsi Jawa Timur yang sudah memasuki masa purna pada 1 Desember 2016. Selain itu juga memberikan tali asih kepada ASN yang telah meninggal dunia dari tahun 2015-2016, dan ASN yang  pasca operasi.

Upacara HUT ke 45 Korpri diikuti anggota Korpri seluruh SKPD Provinsi Jawa Timur. Sebagai Komandan Upacara, Kepala Biro Organisasi Setda Prov Jawa Timur, Setiajit, mengatakan, kali ini dimeriahkan sebanyak 150 anggota Korpri yang tergabung dalam paduan suara SKPD Provinsi Jatim yang menyanyikan lagu Mars Korpri, Hymne Abdi Praja, Aku Melangkah Lagi, Merah Putih, Bagimu Negeri, dan Terajana. (ryo/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait