Wednesday, 26 June 2019

Gubernur Khofifah Bangun Sinergitas dengan Bupati se-Madura

post-top-smn

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan para bupati se-Madura di ruang rapat Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Selasa (19/2).

Surabaya, suaramedianasional.co.id – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan para bupati se-Madura di ruang rapat Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) Pamekasan, Selasa (19/2). Pertemuan ini bertujuan untuk membangun sinergitas pembangunan yang dilakukan Pemprov Jatim dengan Pemerintah Kabupaten se-Madura.

“Melalui rapat ini, saya bersama para bupati se-Madura berharap sinergitas diantara pemprov dan pemkab akan terbangun” katanya.

Sinergitas ini sangat penting, ujar orang nomor satu di Jatim ini, sebab Pemprov akan merumuskan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Sehingga, dirinya ingin mendengar masukan, rekomendasi, dan rencana program-program strategis dari para bupati tersebut.

Rekomendasi tersebut, lanjutnya, akan di follow up bersama dengan Sekdaprov dan Bappeda Jatim. Tujuannya agar program-program strategis yang telah disusun oleh para bupati ini bisa terancang, terfasilitasi, dan terumuskan dalam RPJMD Pemprov Jatim lima tahun kedepan.

Dalam rapat ini, Gubernur Khofifah juga menegaskan komitmennya untuk mengawal percepatan pembangunan di Madura. Bahkan, dirinya juga meminta para bupati untuk tidak sungkan-sungkan meminta bantuannya jika mengalami kendala, seperti mengurus proses perizinan ke pemerintah pusat.

Dicontohkannya, Bupati Sumenep berencana mengurus ijin penerbangan perintis. Dalam prosesnya, Dishub Sumenep akan berkomunikasi dengan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan RI. Ketika proses finalisasi perijinan, Gubernur Khofifah siap membantu proses tersebut dengan menemui Menhub RI.

“Jadi saya siap menjadi pelayan panjenengan, misalnya pada titik tertentu harus saya yang turun tangan, saya akan turun tangan,” ujarnya sembari menambahkan, baha percepatan ini harus segera dilakukan, prinsip pelayanan adalah harus dipermudah dan dipercepat, bukan sebaliknya.

Gubernur Khofifah juga menegaskan pentingnya keberadaan Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) bagi Jatim. Menurut orang nomor satu di Jatim ini, Bakorwil menjadi garda terdepan Pemprov Jatim dalam melaksanakan dan memperkuat pembangunan yang menekankan pada pendekatan kewilayahan.

“Jatim adalah satu-satunya provinsi yang diijinkan ada Bakorwil, ini karena perannya sangat penting dalam mendekatkan pelayanan guna mendorong pertumbuhan UKM dan IKM di Jatim,” katanya.

Keberadaan Bakorwil, imbuh Khofifah, diperlukan untuk mendukung sektor UKM dan IKM di Jatim. Menurutnya, sektor ini akan tumbuh dengan subur di era revolusi industri 4.0 ini. Dimana, para pelaku utamanya adalah para generasi millennial yang membutuhkan pelayanan publik yang efektif dan efisien.

“Misalnya untuk layanan UKM dan IKM, mereka butuh ijin ke POM. Karena itu, Badan POM harus dibuka dibanyak titik, bukan hanya di Surabaya. Kita ingin itu didekatkan, maka Bakorwil menjadi penting,” pungkasnya.

Kunjungi RSUD Mohammad Noer Pamekasan

Usai bertemu dengan para bupati se-Madura, Gubernur Khofifah Indar Parawansa melanjutkan kunjungan kerjanya ke RSUD Mohammad Noer Pamekasan. Dalam kunjungan ini, Gubernur Khofifah bersama rombongan melakukan peninjauan terhadap fasilitas-fasilitas dan menjenguk salah satu pasien yang dirawat di RS tersebut.

Gubernur Khofifah mengatakan, Rumah Sakit ini akan menjadi Rumah Sakit rujukan di Madura. Guna mewujudkan hal tersebut, dirinya berencana menambah dokter spesialis, fasilitas-fasilitas RS seperti bed, dan alat-alat kesehatan tertentu.

Hadir dalam kesempatan ini, beberapa kepala OPD di lingkup Pemprov Jatim, para kepala Bappeda pemerintah kabupaten se-Madura, dan para wartawan dari berbagai media. (*)

post-top-smn

Baca berita terkait