Saturday, 24 August 2019

Breaking News

Gubernur Jatim : Mengangkat Budaya Daerah Menjadi Budaya Nasional

post-top-smn
Gubernur Soekarwo memukul gong bersama Mendikbud Muhajir Effendi tanda dibukanya Pekan Budaya Indonesia 2016 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang

Gubernur Soekarwo memukul gong bersama Mendikbud Muhajir Effendi tanda dibukanya Pekan Budaya Indonesia 2016 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang

Surabaya, SMN – Jawa Timur, tepatnya di Kota Malang ditunjuk sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Pekan Budaya Indonesia (PBI) 2016, yang berlangsung mulai hari ini tgl 2 September – 6 Sepetember 2016. Untuk itu, setiap mengadakan pertunjukan pembuat skenario harus bisa dan mampu merekayasa kebiasaan atau kultur kalah menjadi menang. Karena Budaya atau kesenian adalah kekuatan dan menjadi contoh bagi negerasi, kalau mereka melihat pertunjukkan dan lakon kita menang pasti mereka bangga dengan budaya nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Pakde Karwo saat memberikan pengarahan pada acara pembukaan Pekan Budaya Indonesia (PBI) ke II di Pendopo Kabupaten Malang, Jum’at (2/9) sore.

Dikatakan, mengapa kita harus berani merekayasa budaya agar cerita yang ditampilkan itu menang? Karena, hidup itu perlu perjuangan dan butuh keberanian untuk mencari cara bagaimana agar generani kita bisa mendiri. Untuk itu, merekayasa kebiasaan/kulture itu penting? Sebab, kalau kebiasaan kita terus menerima kekalahan padahal kita-kita ini juga tidak tahu kebenarannya. Sebab, semua cerita budaya yang dibuat waktu adalah saat dijajah belanda. Makanya semua cerita rakyat pasti bangsa kita selalu kalah dan belanda yang menang.

Oleh karena itu, rekayasa cerita itu harus diciptakan yang tadinya bangsa kita selalu kalah dibalik menjadi menang dan para penjajahnya yang kalah. Sehingga generasi muda kita mempunyai kekuatan dan bisa bangga dengan budaya bangsanya sendiri. Menciptakan dan nguri-nguri budaya, karena dengan budaya maka orang akan ber-adap dan mempunyai sopan santun serta tenggang rasa. Dan yang paling penting lagi adalah mereka anak-anak muda bangsa Indonesia akan menghargasi budayanya sendiri.

“Untuk memperkuat kulture kebudayaan, maka sejak tahun 2014 lalu jawa Timur telah menobatkan sebagai Propinsi Budaya,” tegasnya.

Gubernur Soekarwo bersama Bupati Malang Rendra Krisna dan Walikota Malang M. Anton mendampingi Mendikbud Muhajir Effendi membuka Pekan Budaya Indonesia 2016 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang.

Gubernur Soekarwo bersama Bupati Malang Rendra Krisna dan Walikota Malang M. Anton mendampingi Mendikbud Muhajir Effendi membuka Pekan Budaya Indonesia 2016 yang digelar di Pendopo Kabupaten Malang.

Sebelum mengakhiri sambutannya Gubernur menambahkan, pekan budaya ini tujuannya untuk memperkenalkan ragam budaya Indonesia kepada masyarakat luas dinilai menjadi salah satu upaya pelestarian khazanah budaya yang kita miliki. Karena budaya bukan lagi sebagai pelengkap atau tradisi yang sudah ada sejak dulu, melainkan sebuah peradaban dimana budaya menjadi pilar yang menyusun jatidiri manusia.

Ditempat yang sama menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhajir effendi mengatakan, dengan budaya anak akan lebih mengenal etika dan sopan santun serta mereka akan lebih bisa menghargai orang tua maupun orang lain. Untuk itu, kedepan anak sekolah di tingkat SD dan SMP akan lebih banyak diajari /diisi dengan kebudayaan atau kesenian dari pada klasikal yang membosankan.

Dengan lebih banyak diajarkan kesenian dan budaya maka anak-anak belajarnya lebih bergembira sekaligus mereka merasa senang berada di sekolah karena mereka menganggab sekolah adalah rumah mereka kedua setelah rumah mereka sendiri.

Pekan Budaya Indonesia di Malang ini merupakan PBI ke- II dengan tema “Dari Pinggiran Merajut Budaya Nasional”. Dipilihnya karena malang memiliki cagar budaya yang kuat, permusiuman jalan, serta memiliki kebudayaan yang berlimpah. Kegiatan Pekan Budaya Indonesia 2016 ini akan dilaksanakan di beberapa tempat; diantaranya Pendopo Agung Kabupaten Malang, Taman Krida Budaya, dan di Gedung Graha Cakrawala.

Harapan diselenggarakannya acara ini adalah agar tidak berhenti di event-event ini saja melainkan kedepan masih terus dan perlu ada program pengembangan yang lebih marak lagi. Sesuai dengan tema yang diangkat tahun ini yakni “ Membangun Kebudayaan dari Pinggiran Merajut Budaya nasional”. Tema tersebut diambil berdasarkan Nawacita butir ke-3 “ Membangun Indonesia dari Pinggiran Dengan Memperkuat Daerah-Daerah dan Desa dalam Kerangka Negara Kesatuan”.(*)

post-top-smn

Baca berita terkait