Friday, 24 May 2019

GP Anshor Lakukan Apel dan Workshop di Waduk Pondok

post-top-smn

Workshop GP Anshor juga diisi paparan Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, dilangsungkan di Waduk Pondok, Minggu (28/10)

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Menegakkan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan dasar negara Pancasila, menjadi tekad Gerakan Pemuda Anshor yang mengikuti apel Sumpah Pemuda dan workshop tentang kebangsaan di Waduk Pondok, Desa Sumberbening, Kecamatan Bringin, Minggu (28/10). GP Anshor melakukan kegiatan tersebut bersama dengan Polres Ngawi yang juga mendatangkan Kombes Pol Dedy Junaedi, yang kemudian membuka acara tersebut. “Semua pihak harus terlibat dalam meredam isu-isu yang dapat memecah belah bangsa kita, saya apresiasi positif kegiatan GP Anshor Ngawi ini,” kata Dedy.
Dedy menambahkan, saat ini isu pembakaran bendera yang tejadi di Garut Jawa Barat beberapa waktu lalu, rentan menjadi konflik agama. Hal seperti ini tentunya membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk meredam agar tidak meluas dan menimbulkan perpecahan bangsa. “Kita minta semua pihak terlibat untuk tetap menjunjung persatuan dan kesatuan di Indonesia ini,” ujarnya.
Kapolres Ngawi, AKBP Pranatal Hutajulu, memberikan pesan agar para pemuda tak terkecuali di GP Anshor, terus ikut menjaga keutuhan NKRI. Selain itu, pemuda juga dapat menjadi agen pemersatu bangsa yang cinta damai serta bertoleransi tinggi terhadap perbedaan. “Sehingga sama-sama kita jaga integritas bangsa ini, jangan sampai tercoreng dengan ulah segelintir orang yang ingin merusak kehidupan damai dan bertoleransi yang ada di Indonesia,” katanya.

Apel Sumpah Pemuda GP Anshor Ngawi di Waduk Pondok, Minggu (28/10)

Mahsun Fuad, Kteua GP Asnhor Ngawi menyatakan apel Sumpah Pemuda dan workshop ini dilakukan lantaran melihat semakin rentannya konflik yang mengancam persatuan di Indonesia. Kepentingan politik yang membawa serta isu-isu SARA, semakin membuat generasi bangsa Indonesia melupakan tujuan terbesar kehidupan bernegara yakni menjaga NKRI dan menjunjung prinsip Bhineka Tunggal Ika. “Ini kembali mengingatkan bahwa kita semua cinta damai dan ingin negara kita tetap tegak berdaulat berdasarkan Pancasila dan UU 1945, ungkap Mahsun Fuad. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait