Monday, 23 July 2018

Geopark Gunung Sewu, Potensial Jadi Objek Wisata Andalan Jatim

post-top-smn
Saat tim Humas Pemprov Jatim berdiskusi dengan Dinas Pariwisata Pemkab Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Saat tim Humas Pemprov Jatim berdiskusi dengan Dinas Pariwisata Pemkab Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

SMN – Pengembangan sektor pariwisata menjadi salah satu titik berat pembangunan ekonomi secara nasional tak terkecuali di Jawa Timur. Saah satunya dengan mempererat kerjasama dengan provinsi lain yang memiliki kesinambungan potensi wisata terutama wisata alam. Salah satunya adalah pengembangan Geopark Gunung Sewu. Geopark atau gugusan kawasan yang mengadung nilai-nilai geologi terkemuka termasuk arkeologi, budaya dan ekologinya.

Geopark Gunung Sewu sendiri memanjang sejauh 1.802 kilometer, meliputi 13 situs di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Jogjakarta, 7 situs di Kabupaten Wonogiri Provinsi Jawa Tengah dan 13 situs di Kabupaten Pacitan Provinsi Jawa Timur. Kawasan Geopark Gunung Sewu ini bahkan sudah dicatat UNESCO pada 19 September 2015 di Tottori Jepang. “Jawa Timur, termasuk salah satu provinsi yang beruntung memiliki potensi Geopark Gunung Sewu ini, letaknya juga jelas yakni di Kabupaten Pacitan, sangat potensial menjadi kawasan wisata alam andalan,” ungkap Hary Sukmono, Sekretaris sekretariat Geopark Gunung Sewu.

Potensi wisata alam Pacitan selama ini sudah mulai tergarap semakin baik dan masing-masing sudah menunjukkan ciri khas yang menjadi daya tarik wisatawan. Misalnya dengan keunikan Goa Gong, ombak menantang bagi peselancar dunia di Pantai Watukarang dan keindahan Pantai Klayar yang masih alami. Selain itu masih ada tempat lain yang layak dikunjungi seperti Pantai Teleng Ria, Pantai Srau, Teluk Pacitan dan Goa Tabuhan. “Ini adalah hasil alam, pergerakan tektonik yag menghasilkan sesuatu yang indah dan sangat potensial menjadi destinasi berlibur turis-turis mancanegara,” ujar Hary Sukmono.

Selain mengembangkan potensi wisata alam, edukasi terhadap masyarakat di sekitar kawasan wisata juga penting dilakukan. Hal ini tak lain untuk menambah daya tarik bagi wisawatan untuk tetap datang ke lokasi wisata tersebut. “Misalnya dengan menampilkan kesenian, potensi budaya dan juga oleh-oleh khas dari daerah tersebut, selain menjadi daya tarik juga menambah perekonomian,” kata Hary Sukmono.

Keberadaan wisata alam dari perubahan geologi yang tersebar di Indonesia dan sebagian diantaranya ada di Jawa Timur, sangat layak menjadi fokus bagi Dinas Pariwisata Pemprov Jatim dalam mempromosikannya. Keberadaan geopark juga bisa menjadi daya ungkit bagi pengembangan ekonomi masyarakat dengan basis pembangunan pariwisata.

Namun, pembangunan dunia pariwisata di Indonesia dan juga di Jawa Timur, termasuk dalam menggenjot pesona geopark, memerlukan dukungan semua pihak, baik dari pemerintah pusat, pemprov Jatim, pemerintah kabupaten dan juga peerintah provinsi lainnya. Sarana prasarana dan infrastruktur yang memadai juga sangat menjadi faktor penting dalam memacu kunjungan wisatawan.

Pengembangan potensi geopark lain di Jawa Timur, sebenarnya juga bisa ditemukan di Kabupaten Bojonegoro dengan keberadaan sumur tua, yakni sumur-sumur bekas penambangan minyak bumi. Selain itu juga lumpur lapindo di Sidoarjo, jutaan kubik lumpur dari perut bumi yang meluap menenggelamkan banyak wilayah di Sidoarjo ini juga menjadi fenomena menarik dari pergerakan geologi di dunia. “Jawa Timur sudah terpetakan sebagai daerah dengan potensi geologi melimpah, sehingga dua tempat itu akan segera diteliti oleh para ahli,” katanya.

Geopark Gunung Sewu merupakan geopark global kedua di Indonesia dan menempati urutan 115 dari 120 geopark yang pernah ditemukan di 33 negara. Keunikan dan kelangkaan gugusan geopark inilah yang pantas untuk dijaga sekaligus bisa dimanfaatkan dalam mendukung kesejahteraan masyarakat dengan mengembangkan sektor wisata. ***

post-top-smn

Baca berita terkait