Sunday, 27 May 2018

Gelar Operasi Masyarakat yang Membuang Sampah (bukan) pada Tempatnya

post-top-smn

Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri

Gelar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh DKP, bersama dengan relawan peduli kebersihan lingkungan Kota Kediri, Satpol PP diliput oleh berbagai media baik cetak, online maupun televisi.

Gelar operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan oleh DKP, bersama dengan relawan peduli kebersihan lingkungan Kota Kediri, Satpol PP diliput oleh berbagai media baik cetak, online maupun televisi.

Kediri, SMN – Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kota Kediri, Kamis (27/10) dimulai sebelum pukul  05.00 WIB s.d 06.30  mengadakan gelar operasi masyarakat yang membuang sampah (bukan) pada tempatnya. Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan, Drs. Didik Catur HP, M.Si, melalui Kepala Bidang Kebersihan/Persampahan, Endang ST, menyampaikan, bahwa “DKP bersama dengan Satpol PP akan menggelar operasi untuk meminimalisir masyarakat yang membuang sampah (bukan) pada tempatnya. Karena sebelumnya diberbagai kesempatan dan diberbagai media telah dilakukan sosialisasi, membagikan brosur, menempel stiker tentang Sosialisasi Perda Kota Kediri No 3 Th 2015 Tentang Pengelolaan Sampah dan beserta sanksi bagi masyarakat yang melanggarnya, baik itu nantinya berupa denda maupun menyapu ditempat-tempat yang telah ditentukan oleh DKP”. Selanjutnya DKP ingin ada sebuah perubahan perilaku kepada siapapun yang beraktifitas di seluruh Kota Kediri untuk ikut bertanggung jawab dan menjaga, mewujudkan lingkungan yang bersih.

Kasi Kebersihan, Drs. Eko Budi S. ketika berada di lokasi tempat digelarnya operasi, dengan sangat bersemangat beliau menyampaikan, bahwa “Saat ini DKP bersama SATPOL PP dengan penggiat-penggiat, pendekar kebersihan, relawan yang ikut peduli pada kebersihan kota sedang menggelar operasi pemberantasan kegiatan yang melanggar, pada masyarakat yang membuang sampah bukan pada tempatnya. Operasi yang digelar di Kelurahan Dhandangan, jalan KKO Oesman dekat Pasar Ngaglik ini, berhasil menjaring lebih dari 19 orang yang melanggar. Fakta yang menarik ternyata mereka yang melanggar berasal dari warga sekitar, dan yang berdomisili jauh bahkan ada yang dari luar Kota Kediri.  Menurut Budi Gareng, mereka yang melanggar di data identitas lengkapnya, nama, alamat, kemudian diminta untuk tanda tangan, untuk selanjutnya setelah data tersebut telah diverifikasi oleh DKP akan diserahkan pada SATPOL PP sebagai Penegak Perda untuk ditindak lanjuti. Sedangkan sanksi sesuai Perda Kota Kediri No 3 Th 2015 Tentang Pengelolaan Sampah, adalah denda 200 ribu atau menyapu jalan sepanjang 500 meter kanan dan kiri yang lokasinya akan ditentukan oleh DKP.

Dengan telah digelarnya Operasi bagi warga yang melanggar perda tantang pengelolaan sampah ini, diharapkan nantinya seluruh warga masyarakat di Kota Kediri akan mampu memahami, menyadari dan berpartisipasi aktif  dalam turut serta menciptakan Kota Kediri yang bersih, karena hanya dengan peran serta merekalah akan terwujud kenyamanan warga, untuk dapat menikmati Kota Kediri yang berbudaya bersih (Adv./DKP/SMG).

post-top-smn

Baca berita terkait