Tuesday, 14 August 2018

Gara-gara Kesandung Paving Kades Sawahan Porong Nekad Korupsi

post-top-smn

Satreskrim Polresta Sidoarjo membeberkan tersangka beserta barang bukti kasus Korupsi yang dilakukan Aris kades Pesawahan Kec Porong.

 Sidoarjo SMN – Pembangunan sarana prasana di Desa merupakan program yang sangat baik dan patut mendapatkan pujian dan penghargaan yang luar biasa dari Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat. Lantas bagaimana kalau pembangunan desa tersebut di salah gunakan untuk memperkaya diri sendiri oleh Kepala Desa. Aris (30) Kepala desa Pesawahan kecamatan Porong menjadi tahanan gara-gara kesandung pengerjaan pavingisasi. Tindakan kasus Korupsi yang dilakukan Aris berawal dari pekerjaan pembangunan peninggian jalan paving yang berada di desa Pesawahan kecamatan Porong.
 Kasatreskrim Polresta Sidoarjo, Kompol Muhammad Harris memaparkan dalam acara konferensi pers, Minggu(29/07/18). Tindakan korupsi yang di lakukan oleh Aris  berawal dari Pekerjaan yang menggunakan dana anggaran APBDes tahun 2016 sebesar Rp 510 juta. Yang dikerjakan untuk “2 lokasi yaitu di RW 01 dengan anggaran sebesar Rp 406 juta dan di RW 02 menggunakan dana anggaran Rp 104 juta,” ungkapnya. Dalam penggarapan itu dikerjakan oleh pihak ke tiga dengan cara menunjuk langsung.
 Setelah mendapatkan laporan adanya dugaan penyelewengan dalam proyek pavingisasi ini, Reskrim Polresta Sidoarjo melakukan pemeriksaan kondisi proyek yang sudah di kerjakan. Dari hasil perhitungan bersama BPKP, telah di temukan tidak sesuainya perencanaan proyek. Yaitu selisih dalam hitungan, dan kerugian negara sekitar Rp 52 juta sudah masuk kedalam kantong Aris. Dengan adanya kejanggalan ini  Polisi menetapkan Kepala desa Aris menjadi tersangka korupsi.
 Dan akhirnya ia di jebloskan ke dalam penjara oleh penyidik Unit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo. Sebagai barang bukti yaitu 1 bendel dokumen asli gambar perencanaan pembangunan pekerjaan peninggian jalan paving RT 01 s/d RT 03 RW 02 desa Pesawahan yang menggunakan dana anggaran APBDes th 2016. Ia di jerat dengan Pasal 2 dan atau Pasal 3 dan atau Pasal 9 UU RI No.31 tahun 1999 tentang tindak pidana Korupsi. Bukan itu saja penyidik juga menjerat Aris dengan Pasal 55 ayat 1 KUHP. Sementara “Perkara ini masih terus di lakukan penyidikan termasuk saksi dari warga serta pihak-pihak terkait lainnya,” papar Harris.(Try)
post-top-smn

Baca berita terkait