Saturday, 20 July 2019

Satu Keluarga Keracunan Karbon Monoksida

post-top-smn

Keracunan karbon monoksida menimpa satu keluarga di Desa Bago Kecamatan Pasirian.

Lumajang, suaramedianasional.co.id – Keracunan karbon monoksida menimpa satu keluarga di Desa Bago Kecamatan Pasirian. Akibatnya, satu orang meninggal dunia dua lainnya dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian ini bermula pada hari Kamis (24/1), sekitar pukul 16.00 WIB. Listrik di sebagian wilayah Pasirian mengalami pemadaman. Kemudian Ali Muksin berinisiatif menyalakan mesin genset dengan maksud untuk dijadikan sumber penerangan.
Jumat dini hari sekitar pukul 02.00 WIB genset padam sendiri, saat itu Parto (65 thn) yang merupakan orang tua korban, yang juga memiliki rumah persis disamping  rumah korban, sempat datang dan melihat genset sudah mati dan listrik sudah menyala. Parto bahkan menyalakan lampu di rumah itu namun melihat Muksin beserta istri dan anaknya masih tertidur lelap, ia pun kembali menuju rumahnya untuk beristirahat. “Saya pikir anak saya masih tidur, jadi saya tidak mikir jelek,” kata Parto.
Siangnya sekitar pukul 11.00 WIB, Miko (11 thn) yang merupakan keponakan korban hendak mengajak berangkat ke masjid bersama. Miko pun kaget serta langsung berteriak meminta tolong karena melihat Ali Muksin dalam keadaan lemas. Warga yang menolong berusaha memberikan air kelapa kepada korban.
Sekitar pukul 12.30 wib, Polsek Pasirian yang mendengar berita tersebut langsung turun ke lokasi kejadian dan dipimpin langsung oleh AKP Zainul Arifin selaku Kapolsek Pasirian. Namun sesampai di lokasi, ternyata ketiga korban telah dibawa ke RSU Pasirian. Petugas pun mengamankan TKP dengan memberi garis polisi.
Kejadian pada Jumat, (25/1) ini membuat Siti Khotijah (40 thn) tahun  dinyatakan meninggal dunia, sementara Ali Muksin, serta Aisyah Maisaroh Ramdhani, dirawat di rumah sakit.
Kapolres Lumajang AKBP Muhammad Arsal Sahban membenarkan bahwa pemicu jatuhnya para korban adalah keracunan karbon monoksida dari genset yang dinyalakan di dalam rumah. “Kebetulan di rumah tersebut, tanpa ventilasi yang memadai jadi karbon monoksida terhirup oleh ketiga korban di dalam rumah,” ujar Arsal.
Arsal akan menyelidiki lebih lanjut adanya kemungkinan terjadinya keracunan ini dari factor yang lain. “Meskipun kemungkinan nya kecil akan adanya faktor selain karbon monoksida yang dihasilkan genset tadi, pihak kami akan menelusuri dan memeriksa lokasi,” tutup Arsal. (tik)
post-top-smn

Baca berita terkait