Thursday, 16 August 2018

Gara – Gara Dana 7,5 Juta, Kades Kertowono Divonis Kurungan 6 Bulan

post-top-smn

kajari dan kasie pidum saat penjelasan.

Lumajang, SMN –  Kepala Desa (Kades) Kertowono Kecamatan Gucialit, Sutiyo, dijebloskan ke penjara, karena tidak memberikan tunjangan gaji kasun, samsi sebesar 7,5 juta  pada senin (16/7), siang ini.

Warga Desa Kertowono, yang tidak puas dengan hasil keputusan Mahkamah Agung (MA), geruduk kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Lumajang, sebanyak 4 armada truk, meminta agar Kadesnya  tidak ditahan.

Menurut salah satu warga, mereka tidak menghendaki Kades Kertowono, Sutiyo dijatuhi pidana kurungan 6 bulan penjara atas penyelewengan dana jabatan yang dilakukan olehnya pada tahun 2015 lalu.

“Kades sutiyo diduga telah menyelewengkan dana tunjangan selama 6 bulan dari Kepala Dusun (Kasun), bernama Samsi sebesar Rp 7,5 juta,” katanya.

Menurut warga, bahwa sejatinya, Samsi itu sering tidak masuk kerja, malah meminta jatah tunjangannya.

Masih menurut warga, bahwa Samsi sudah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai salah satu Kasun di Desa Kertowono.

“Masak sering tidak masuk kerja, pak Samsi mau minta jatah gajinya. Dalam sebulan dia hanya masuk sekali untuk mengisi absen selama sebulan penuh, kan tidak masuk akal itu,” ujar warga.

Dari info yang diterima awak media, bahwa Samsi tersebut bukan pendukung dari Kades Sutiyo.

kades sutiyo.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Lumajang, Teuku Muzafar SH MH kepada sejumlah wartawan menjelaskan jika Kades Sutiyo, dihimbau untuk menerima hasil keputusan dari MA tersebut. Namun jika merasa tidak puas dengan hal tersebut, saran dari Kajari bisa mengajukan Peninjauan Kembali (PK).

“Kami berharap Pak Sutiyo bisa menerima hasil keputusan MA dan menjalani sisa masa tahanannya, mungkin sekitar dua bulanan saja,” paparnya.

Selain itu, menurut Kajari, Kades Sutiyo diminta juga untuk tidak memprovokasi warganya, agar permasalahan ini dapat berjalan secara kondusif aman dan terkendali.

Dari pantauan media, pada akhirnya Kades Sutiyo berjalan menuju ruang Kasi Pidum Kejari Lumajang, untuk menerima hasil keputusan MA, dan untuk berkoordinasi lebih lanjut bila ingin kasusnya di PK kan. (Atk)

 

post-top-smn

Baca berita terkait