Monday, 17 December 2018

Forikan Jatim Terus Kampanyekan Makan Ikan Untuk Kecerdasan Bangsa

post-top-smn
Ketua Forikan Jatim Bude Karwo buka pertemuan Forikan serta lomba masak ikan tingkat Provinsi Jatim 2017 di Pakuwon Ballroom Selasa pagi

Ketua Forikan Jatim Bude Karwo buka pertemuan Forikan serta lomba masak ikan tingkat Provinsi Jatim 2017 di Pakuwon Ballroom Selasa (18/7)

Surabaya, SMN – Mengkonsumsi ikan memiliki pengaruh sangat baik bagi kecerdasan, terutama bagi anak-anak sebagai penerus bangsa, termasuk anak Indonesia. Apalagi dalam 1.000 hari pertama kehidupan anak, termasuk sejak masih dalam kandungan. Untuk itu, berbagai upaya yang terus dilakukan oleh Forum Peningkatan Konsumsi Ikan (Forikan) Jatim guna meningkatkan konsumsi ikan masyarakat terutama bagi ibu-ibu sejak hamil hingga menyusui perlu diapresiasi dan didukung oleh seluruh komponen, baik masyarakat maupun pemerintah.

“Kandungan protein, omega 3, serta berbagai vitamin dalam ikan dapat meningkatkan kecerdasan otak, termasuk tumbuh kembang anak akan sangat baik bila rutin mengkonsumsi ikan mulai dari usia 0-8 tahun,” ungkap Ketua Forikan Jatim Dra. Hj. Nina Soekarwo, M.Si saat membuka pertemuan Forikan dan lomba masak ikan tingkat Provinsi Jatim di Pakuwon Imperial Ballroom Surabaya, Selasa (18/7).

Bude Karwo, sapaan akrab Ketua Forikan Jatim mengungkapkan, pada Tahun 2020, Jatim akan mengalami bonus demografi. Artinya, jumlah penduduk usia produktif (15-64 tahun), mencapai 2/3 dari total jumlah penduduk. Hal ini harus diantisipasi dengan peningkatan kualitas SDM. “Untuk itu anak-anak sejak sekarang harus mendapat gizi yang baik terutama melalui ikan sehingga nantinya akan menjadi generasi produktif dan tidak menjadi beban negara,” katanya.

Pemprov Jatim, lanjutnya, terus menginiasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan). Gerakan ini bertujuan membangun kesadaran gizi individu maupun kolektif masyarakat untuk makan ikan. “Memang tidak mudah merubah mindset masyarakat terutama di pedesaan yang masih beranggapan makan ikan itu cancingan. Kita coba untuk mengedukasi mereka salah satunya lewat kader PKK, posyandu, atau lomba seperti ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, berbagai upaya juga terus dilakukan untuk mendorong tingkat konsumsi ikan masyarakat. Seperti mendorong implementasi gemar ikan di instansi terkait, mengembangkan jejaring kerjasama, seta melakukan komunikasi tentang program Gemarikan kepada masyarakat. “Kami harap melalui lomba ini dapat menciptakan inovasi masakan ikan dan memunculkan wirausaha baru di bidang kuliner berbahan dasar ikan,” ungkap isteri Gubernur Jatim ini.

 

Tingkat Konsumsi Ikan Meningkat

Menurut Bude Karwo, tingkat konsumsi ikan di Jatim terus meningkat dari tahun ke tahun. Tingkat konsumsi ikan paling tinggi di Jatim yakni di Kab. Sumenep, yakni 53 kg per kapita/tahun, sedangkan rata-rata Jatim sekitar 31 kg per kapita/tahun. Di Jatim sendiri, menurutnya, punya potensi luar biasa terkait produksi ikan. Dimana luas perairan Jatim  yakni 208.138 km2 dan memiliki potensi ikan luar biasa yang bisa dikembangkan.

Bude Karwo mencontohkan, konsumsi ikan di negara Jepang sangat tinggi yakni seperlima hasil ikan dunia. Mulai makanan pembuka sampai penutup semua menggunakan ikan, dan hasilnya sebagian besar masyarakat Jepang cerdas. “Kita bisa contoh masyarakat Jepang yang banyak mengonsumsi ikan, Usia Harapan Hidup (UHH) mereka sangat tinggi sampai 83 tahun, kalau kita disini masih sekitar 71 tahun. Ini sangat dipengaruhi oleh makanan yang dimakan,” ungkap Ketua TP PKK Prov. Jatim ini.

Ditambahkannya, belum optimalnya konsumsi ikan di Jatim disebabkan beberapa hal. Seperti pengetahuan mengenai gizi dan teknik pengolahan ikan yang masih terbatas, harga ikan yang bergengsi seperti kakap merah, udang dan cumi masih relatif mahal, tingkat referensi masakan ikan belum berkembang, serta citra atau image ikan dalam acara khusus belum berkembang. “Kalau perlu kita buat wisata kuliner berbahan ikan, misal restoran yang bisa memilih sendiri, jadi masyarakat akan lebih antusias,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Forikan Nasional, Dr. Joko Maryono mengatakan, tingkat konsumsi ikan Indonesia terus meningkat, yakni 75 gram per kapita/hari. Idealnya 100-200 gram per hari. Hal ini salah satunya berkat usaha dan kerja keras Forikan yang tersebar di 34 provinsi, 228 kab/kota.

Sementara itu, Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jatim, Ir. Heru Tjahjono, MM, mengatakan penyelenggaraan lomba ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan memasak  ikan, memperkenalkan keanekaragaman masakan berbahan baku ikan, serta menyebarluaskan informasi tentang kandungan gizi ikan bagi kesehatan dan kecerdasan.

Dalam kesempatan ini, Bude Karwo berkenan menyerahkan hadiah bagi para pemenang lomba masak serba ikan. Untuk kategori keluarga, juara I diraih Kab. Sampang, juara II diraih Kab. Bojonegoro, dan juara III diraih Kota Kediri. Serta, Juara harapan I diraih Kab. Madiun dan juara harapan II Kab. Mojokerto. Sedangkan untuk kategori makanan balita,  juara I diraih Kab. Sumenep, juara II diraih Kab. Bojonegoro, dan Juara III diraih Kab. Tuban. Serta Juara harapan I diraih Kota Madiun, dan juara harapan 2 diraih Kab. Nganjuk. Juara I meraih hadiah sebesar 6 juta rupiah, juara II sebesar 5 juta rupiah dan juara III sebesar 4 juta rupiah. Sedangkan untuk juara harapan I meraih hadiah sebesar 3 juta rupiah dan juara harapan II sebesar 2,5 juta rupiah.

Lomba masak serba ikan tingkat provinsi yang dilaksanakan ke-15 kalinya ini diikuti peserta dari juara masak serba ikan tingkat kab/kota di Jatim. Turut hadir dalam acara ini Wakil Ketua TP PKK Prov. Jatim, Ibu Hj. Chaerani Yuliati Akhmad Sukardi, S.Sos serta Ketua Forikan dari kab/kota di Jatim.

post-top-smn

Baca berita terkait