Thursday, 22 August 2019

Fisik Pos Satpam Memprihatinkan, Sumbangan Wali Murid SMKN Sambeng Dipertanyakan

post-top-smn

Fisik Pos Satpam memprihatinkan.

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Pungutan jutaan rupiah yang diberlakukan pada  orangtua/wali siswa SMKN Sambeng dipertanyakan.
Ini lantaran orangtua siswa merasa tidak ada kemajuan pembangunan fisik pasca pungutan sebesar Rp 3,5 juta per siswa, mereka bayarkan.
Hal ini juga tampak sejak dari halaman sekolah yang kurang terawat. “Selain pungutan insidental Rp 3,5 juta, juga ada pungutan SPP Rp 140 ribu, SPP dibayar per bulan,” ungkap Sumi, seorang wali siswa Kelas XII.
Pos Satpam itu sendiri hanya berupa bangunan dari tripleks dengan posisi sudah reyot dan rentan ambruk.
Sayangnya, konfirmasi pada Kepala SMKN Sambeng belum berhasil hingga Senin (31/12). Kepala sekolah masih belum aktif karena libur sekolah dan juga belum berhasil ditemui di rumahnya.
Sementara itu, Haryanto, Kepala UPT SMA/SMK sederajat di Kabupaten Lamongan, mengatakan semua pungutan  di sekolah biasanya sudah melalui musyawarah dan kesepakatan.
Pungutan biasanya dilakukan karena dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) tidak mencukupi untuk mengcover semua kebutuhan, terutama dalam menanggulangi kebutuhan fisik. “Masalahnya, dana BOS boleh untuk memberi honor guru tidak tetap ataupun guru bantu, tapi tidak boleh untuk fisik,” katanya.
Adanya iuran mencapai jumlah jutaan rupiah, SPP dan dana BOS yang turun ke SMKN Sambeng, dinilai kurang sebanding dengan kondisi fisik yang ada. Selain pos satpam yang memprihatinkan, juga disoroti tentang kondisi pagar dan halaman sekolah yang kurang asri. (abq )
post-top-smn

Baca berita terkait