Sunday, 26 May 2019

Enam dari 325 Desa di Probolinggo tanpa Bidan

post-top-smn
Ilustrasi Bidan

Ilustrasi Bidan

Probolinggo, SMN – Data Dinas Kesehatan Kabupaten Probolinggo menyebutkan sebanyak enam dari 325 desa di kabupaten setempat belum memiliki bidan yang berstatus pegawai negeri sipil (PNS) maupun tenaga honorer.

“Enam desa itu, yakni Ngadisari di Kecamatan Sukapura, Karangrejo Kecamatan Kuripan, Gunungbekel Kecamatan Tegalsiwalan, Andungbiru Kecamatan Tiris, Roto Kecamatan Krucil dan Tambakukir Kecamatan Kotaanyar,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, Senin (1/8).

Menurut dia, jumlah tenaga bidan yang ada di Kabupaten Probolinggo mencapai 316 orang, dengan rinciannya sebanyak 146 bidan desa berstatus PNS, 126 pegawai tidak tetap (PTT) dan 44 honorer daerah yang tersebar di 319 desa. “Masih ada enam desa yang belum ada tenaga bidannya karena keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang dimiliki Dinas Kesehatan, sejak adanya pembatasan perekrutan tenaga medis oleh pemerintah daerah yang diberlakukan beberapa waktu yang lalu,” tuturnya.

Ia mengatakan, pihaknya telah berupaya maksimal dengan mengajukan tenaga medis untuk ditempatkan di enam desa tersebut, namun hingga saat ini belum ada kejelasan mengenai kapan tenaga bidan di enam desa tersebut bisa segera dipenuhi.

Seorang warga Desa Andungbiru, Kecamatan Tiris, Agus Subiyanto mengatakan, kekosongan bidan di desanya telah menimbulkan permasalahan yang cukup serius, terutama bagi ibu-ibu yang hamil dan melahirkan di desa setempat. “Ketika ada warga yang sakit atau akan melahirkan harus dibawa ke Puskesmas Ranugedang yang letaknya cukup jauh, sehingga kami berharap segera ada bidan di Desa Andungbiru,” tuturnya.

Dengan adanya bidan, kata dia, masalah penyediaan layanan kesehatan dan ibu yang akan melahirkan baik sebelum dan setelah melahirkan mendapat penanganan medis yang baik sehingga warga tidak perlu cemas saat akan melahirkan.

post-top-smn

Baca berita terkait