Monday, 23 July 2018

Emil Dorong Pembangunan Gedung di Bandung Bergaya Art Deco

post-top-smn
Karnaval dari pasukan kavaleri berkuda TNI melintasi gedung Merdeka di jalan Braga, Bandung, Kamis (18/4).

Karnaval dari pasukan kavaleri berkuda TNI melintasi gedung Merdeka di jalan Braga, Bandung, Kamis (18/4).

Bandung, SMN – Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mendorong pembangunan gedung baru di Kota Bandung bergaya art deco. Dia mengatakan Bandung adalah kota yang memiliki banyak koleksi bangunan bertema art deco atau konsep desain awal abad 20an . Bangunan-bangunan tersebut dibangun pada masa kolonial Belanda seperti Gedung Merdeka, Gedung Isola, Kantor Bank Indonesia Jawa Barat.

Ridwan menuturkan, ada 418 bangunan bersejarah yang dilindungi di bawah peraturan daerah Kota Bandung. Jumlah tersebut meningkat dari sebelumnya yang hanya berjumlah 99 unit.

Hampir seluruh bangunan bertema art deco di Bandung dibangun pada masa kolonial Belanda. Meskipun begitu, ada beberapa bangunan baru yang desain arsitekturnya bertema art deco. Ia pun mendorong bangunan-bangunan baru dibangun berkonsepkan art deco.

“Bangunan-bangunan baru yang ada di pusat kota, saya suruh desainnya bertema art deco. Tujuannya untuk menambah koleksi art deco sekaligus memperkuat identitas Kota Bandung,” kata pria yang akrab disapa Emil.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi identitas bagi Kota Bandung. Sehingga menunjukkan budaya dan sejarah kota tersebut.Oleh karena itu, ia merancang khusus desain di pusat kota mengikuti identitas asalnya, yakni art deco.

“Dulu ada hotel di Braga dengan bangunan yang modern, banyak kacanya. Saya minta desainnya diganti dengan art deco, menyamai bangunan di sekitarnya,” ujarnya.

Guna melindungi gagasan tersebut, Emil menuangkannya dalam sebuah inovasi regulasi. Ia juga membentuk tim Cagar Budaya yang terdiri dari 6-9 orang. Mereka berasal dari berbagai disiplin ilmu yang bertugas untuk memfilter dan memberikan rekomendasi desain bangunan yang ada di Kota Bandung.

“Tim ini memastikan bangunan-bangunan bersejarah itu terproteksi. Kalau ada bangunan baru harus lulus dulu dari tim Cagar Budaya ini,” ucapnya.

Sebagai seorang arsitek, Emil mengaku bangga bisa menjadi Wali Kota Bandung yang memiliki kekhasan pada desain arsitektur bangunannya. Ia juga memaparkan bahwa sebetulnya di Bandung tidak hanya ada bangunan art deco. Ada banyak macam gaya arsitektur yang lain, seperti vernacular yang lebih bersifat tradisional.

“Ada juga yang gabungan, bawahnya bangunan kolonial, atapnya tradisional, seperti Gedung Sate. Atau Neo-klasik yang banyak pilarnya, seperti Gedung Pakuan atau Kantor Polrestabes Bandung,” tuturnya.

Kini, yang menjadi tantangan bagi Ridwan adalah bagaimana mengedukasi masyarakat agar menjaga warisan ini tidak melulu urusan pemerintah. Masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk merawat kota yang mereka tinggali.(r)

post-top-smn

Baca berita terkait