Sunday, 21 October 2018

Efek Jera Hukuman Mati Bagi bandar Narkoba Dan Bagaimana Dengan Sang Koruptor

post-top-smn

batam-thinker Batam, SMN – Ketika penulis menilik hukum positif Indonesia terhadap hukuman mati bagi bandar narkoba, apa yang melandasi penetapan hukuman mati tersebut ?, itu sebuah pertanyaan fundamental dalam benak penulis.

Penulis pernah berkelana lebih dari 8 tahun di benua Eropa, mungkin ada hal yang dapat penulis bagi dengan para pembaca sekalian, ketika penulis mengunjungi Belanda dan menetap disana hampir 9 bulan lamanya, penulis melihat disana berjamurnya coffee shop yang menjual bebas ganja atau mariyuana yang dapat pengunjung nikmati sambil meminum secangkir teh ataupun kopi susu, namun Belanda tetap menjadi salah satu barometer science maupun perekonomian di Uni Eropa. Dan penulis juga pernah mengunjungi Swiss dan menetap disana selama 3,5 bulan, pemerintah Swiss melegalkan warganya untuk menanam 3 pokok tumbuhan ganja untuk setiap individu.

Bahkan penulis melihat disana ada tempat-tempat khusus yang dapat dikunjungi oleh para jungkis (istilah untuk para pemakai narkoba) miskin untuk mendapatkan narkoba secara gratis, namun Swiss tetap menjadi barometer science dan perekonomian dunia, dan penulis juga pernah mengunjungi Maroko dan menetap disana kurang lebih 2, 5 bulan dan ada daerah yang bernama KETAMA yang berpenduduk kurang lebih 6000 jiwa dan hampir semua penduduknya menjadi petani ganja secara legal, Ketama menyumbang lebih dari 30 persen devisa bagi kerajaan Maroko, namun Maroko tetaplah menjadi salah satu barometer peradapan negara Islam didunia.

Yang ironis adalah Swiss dan Belanda merupakan barometer clean governance di dunia, dengan kata lain hampir nol persen negara tanpa koruptor. Penulis juga mempunyai kawan baik yang tinggal di Amerika Serikat, di negara bagian California dan disana ganja diperjual belikan dengan bebas dan legal menurut hukum negara bagian California, disanalah Silicon Valley berada, yang menjadi barometer tehnology Amerika Serikat dan dunia. Google, facebook, apple, microsoft dan masih banyak lagi perusahaan berbasis tehnology bermarkas di Silicon Valley.

California juga merupakan negara bagian yang paling clean governance dan demokratis di Amerika Serikat. Lalu bagaimana dengan Indonesia yang menetapkan hukuman mati bagi para bandar narkoba. Apakah hukuman mati juga patut dikenakan pada para koruptor sebagai efek jera budaya korupsi di Indonesia?, Mungkinkah…?. (was)

post-top-smn

Baca berita terkait