Sunday, 21 October 2018

Edu Braille Permudah Tunanetra Membaca dan Menghitung

post-top-smn

logo-its Surabaya, SMN – Tiga mahasiswa ITS, Rahmat Bambang Wahyuni Jurusan Tenik Mesin, Nida Amalia Jurusan Teknik Informatika, dan Edy Hamid Saifullah Jurusan Teknik Elektro berhasil menciptakan Edu Braille. Sebuah alat yang sengaja dibuat untuk mempermudah tunanetra melakukan aktivitas membaca dan menghitung.

Nida menjelaskan, Edu Braille merupakan suatu hardware yang dikhususkan untuk memudahkan proses pembelajaran dasar bagi penyandang tunanetra. Alat ini memiliki dua fitur, yakni membaca dan berhitung. Pada fitur membaca, para penyandang akan diajarkan mengenal huruf alfabet dan mengeja. Tak hanya huruf alfabet, mereka juga diajak belajar membaca huruf diftong dan huruf mati.

“Sementara pada fitur berhitung, mereka diajarkan penjumlahan dan pengurangan,” tuturnya, Senin (24/10).

Ia mengungkapkan bahwa alat ini sangat ramah bagi tunanetra. Bahkan  Edu Braille lebih mudah dioperasikan dibandingkan dengan buku bacaan braille pada umumnya. “Bila buku braille yang manual,  mereka harus mengenal dan dibacakan huruf alfabet. Baru mereka bisa memulai membaca dan harus membolak-balik bukunya. Namun dengan Edu Braille, mereka hanya meraba kemudian mengganti halamannya dengan menekan tombol next,” tambah Rahmat, rekan Nida satu tim.

Rahmat menuturkan alat ini memiliki tujuh halaman dengan 10 karakter dan memiliki  kapasitas memori sebesar 32 gb menggunakan memori eksternal. “Alat ini juga dilengkapi dengan suara yang dapat membantu penyandang tunanetra. Bila mereka salah, alat ini dapat membenarkan lewat suara,” ucapnya.

Selain memudahkan bagi para pengguna, alat yang memerlukan proses pembuatan dan riset selama satu tahun ini juga memiliki harga yang terjangkau. “Sebelumnya telah ada alat serupa, akan tetapi harganya sangat mahal yakni 54 juta. Sedangkan alat kami hanya membutuhkan dua juta untuk menyelesaikannya,” ungkapnya.

Ia berharap alat ini dapat membuat pembelajaran penyandang lebih efektif. Tiga orang yang tergabung dalam tim MOCO Warior dengan produk Edu Braille rencananya akan dipresentasikan dalam final Gemastik 9 di Universitas Indonesia pada 27 Oktober mendatang. (luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait