Sunday, 27 May 2018

Dubes Autralia Ajak Mahasiswa Indonesia Kuliah di Negeri Kangguru

post-top-smn
Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson

Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson

Surabaya, SMN – Dubes Australia untuk Indonesia, Paul Grigson, hadir di Universitas Airlangga (Unair)  untuk memberikan kuliah umum pada mahasiswa. Pada kesempatan itu, Paul mengajak mahasiswa Indonesia untuk meneruskan kuliah di negeri kangguru.

“Delapan kampus asal Australia masuk 50 besar kampus terbaik dunia, tentu saja kualitas keilmuan dan penelitiannya juga maju. Empat kota di Australia dinobatkan sebagai kota pelajar/mahasiswa dan biaya kuliah di Australia lebih murah dibandingan dengan kampus di Amerika Serikat maupun di Eropa,” tuturnya pada kesempatan kuliah umum bertajuk “Bilateral Relationship between Australia and Indonesia”, di Aula Kahuripan Kampus C Unair, Senin (31/10).

Pejabat Dubes sejak Januari 2015 ini juga memaparkan data jumlah mahasiswa yang melanjutkan studi di Australia. Selama 25 tahun mahasiswa Indonesia di Australia selalu meningkat 24 persen, sesuai data UNESCO. Beberapa kampus yang seiring menjadi rujukan, diantaranya Australia National University, University of Melbourne, University of Queensland dan University of New South Wales.

“Kami menargetkan jumlah mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi di Australia semakin meningkat, jumlah wisata juga akan kita tingkatkan pula, salah satunya melalui kemudahan mengurus dokumen visa,” ujar Dubes yang mahir berbahasa Prancis ini.

Mantan Dubes Australia untuk Thailand ini juga sering berinteraksi dengan mahasiswa terkait pertanyaan-pertanyaan singkat seputar Australia. “Mana yang lebih banyak, jumlah penduduk Australia atau jumlah Sapi di Australia,” tanya Grigson. “Jumlah sapi lebih banyak,” kata Grigson disambut tepuk tangan dan tawa mahasiswa.

Ia menambahkan hubungan Australia dan Indonesia di bidang parisiwata sangat baik.Wisata yang ditawarkan Indonesia membuat orang Australia sering datang ke Indonesia. Wisata Indonesia tidak lagi soal Bali dan Lombok, namun banyak tempat yang lebih menarik lainnya, tetapi terkadang persoalan infrastruktur dan akses sering kali menjadi kendala.

”Orang Australia tidak hanya berwisata ke Bali dan Lombok, banyak tempat lain yang juga menarik. Misalnya di Riau, yang dalam waktu dekat akan ada bandara untuk mempermudah akses wisatawan kesana,” ujar Paul, alumni University of Queensland ini.

Sementara itu, Mantan Menlu Australia Stephen Smith menjelaskan, hubungan Australia-Indonesia telah dibangun sejak lama, bahkan dahulu sejak masa penjajahan, kerja sama perdagangan telah dimulai. Ia juga menjelaskan kerjasama pada level provinsi dan kota, misalnya, Provinsi Jawa Timur telah melakukan kerasama dengan Australia Barat, begitu juga Kota Surabaya dengan Perth.

“Untuk meningkatkan kerja sama antara Indonesia dan Australia itu perlu adanya hubungan yang baik antar negara, negara bagian hingga kota-kota kecil sekalipun, karena ini merupakan bagian peningkatan hubungan kedua negara,” kata Smith yang juga Guru Besar Hukum Internasional di University of Western Australia.(luk/kom_jtm)

post-top-smn

Baca berita terkait