Thursday, 16 August 2018

Dua Tersangka, Kades Kragan dan PNS Sidoarjo Ditangkap Saber Pungli

post-top-smn

(dari atas kebawah)Fathur Rochman Kepala Desa Kragan dan Achmad Anwar PNS Sidoarjo.

Sidoarjo, SMN – Fathur Rochman Kepala desa Kragan Kecamatan Gedangan kabupaten Sidoarjo yang baru menjabat dan dilantik tahun 2018 di duga melakukan pungutan liar(pungli). Bukan hanya kades Kragan saja tapi juga Achmad Anwar tersangka dari dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sidoarjo.Fathur Rahman  ditangkap karena meminta fee hasil jual beli tanah kepada pemilik tanah. Penahanan kedua tersangka tersebut dilakukan setelah Unit Tipikor Polresta Sidoarjo melimpahkan dua berkas kasus dugaan pungutan liar, Kamis(26/07/18).

Kanit Tipikor Satreskrim Polresta Sidoarjo, Iptu Hari Siswanto mengungkapkan, jika setelah berkas dinyatakan lengkap (P-21) oleh tim jaksa Penuntut umum (JPU), maka kedua tersangka langsung di limpahkan ke jaksa penuntut umum beserta barang bukti. Penangkapan Kades Kragan yang baru dilantik itu, bermula saat saudara K melaporkan tersangka, karena diminta sejumlah uang untuk biaya administrasi karena K membeli tanah sekitar 300 M2 seharga Rp.350 juta di desa Kragan.

Besarnya uang administrasi itu sejumlah 15 juta. Namun K hanya mampu memberi uang sebesar Rp.4 juta.Transaksi hingga berlanjut sampai di angka  6 juta, namun Fathur (tersangka) tetap menolak dan meminta fee menjadi Rp.12 juta. Hari menambahkan, karena saudara K membutuhkan tanah itu dan agar cepat selsai, terpaksa saudara K mempersetujui apa yang Fathur minta, uang tersebut di transfer ke rekening pribadi Fathur Rahman.

“Setelah si korban melakukan transfer kemudian korban melaporkan kasus ini ke Satreskrim Polresta Sidoarjo dan kami lakukan penyelidikan kemudian menetapkan kades aktif sebagai tersangka,”imbaunya. Berbeda lagi dengan kasus Achmad Anwar (55), PNS yang berdinas di kantor dinas Perizinan Sidoarjo yang bersangkutan ditangkap tim saber pungli ketika sedang melakukan pungli, pengurusan perizinan. Dari penangkapan itu “tim saber pungli menemukan bukti uang senilai Rp.6,7 juta di dalam jok sepeda motor  hasil dari pungli, “jelas Hari Siswanto.

Sementara itu,Kasih Pidsus Kejari Sidoarjo Adi Harsanto menegaskan jika perbuatan kedua pelaku tersebut di jerat dengan pasal 11 dan 12 huruf E UU Tindak Pidana Korupsi. Dalam waktu dekat berkas keduanya akan segera kami limpahkan kepengadilan Tindak Pidana Korupsi (tipikor) Jawa Timur. (Try)

 

post-top-smn

Baca berita terkait