Sunday, 24 June 2018

Dua Siswa SDN Babatan 4 Diberikan Bantuan

post-top-smn

SDN 1

Nganjuk, SMN – Elsa Day (7 tahun), dan Raska Bagus Pamungkas (8 tahun), yang tidak memiliki kejelasan dimana orang tua kandungnya, Rabu (11/2), mulai masuk sekolah di kelas 1 SDN Babatan 4, Kecamtan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Pada hari pertama masuk sekolah, Kepala SDN Babatan 4 Kecamatan Patianrowo, Gondo Priyono, S.Pd, dan Plt. Kepala UPTD Pendidikan TK, SD dan PLB Kecamatan Patianrowo, Suharto, S.Pd, MM, serta Pengawas UPTD Pendidikan TK, SD dan PLB Kecamatan Patianrowo, Lilik, berkenan memberikan bantuan kepada dua siswa kakak beradik tersebut.

Sedangkan riwayat Elsa dan Raska ini bermula ketika adanya kebingungan dari Saijan (60 tahun), warga Kelurahan Kramat Nganjuk untuk mengasuh kedua anak itu, hingga akhirnya mendatangi ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigasi Kabupaten Nganjuk, dan selanjutnya menitipkan keduanya kepada sebuah Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Bisyri, di Desa Babatan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

SDN 2

Saijan sendiri sebenarnya mempunyai tiga anak yang sudah besar dan telah berkeluarga sendiri-sendiri. Saijan bekerja di PT PAL Surabaya sebagai karyawan harian lepas yang penghasilannya dapat dibilang sangat minim, hingga dirinya sampai ditinggal istrinya entah kemana.

Pada tahun 2010, Saijan yang sering bersemedi di Makam Raden Ayu Siti Hatimah di Desa Kebonagung, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Nganjuk, tiba-tiba bertemu dengan Yohana Yuliana (30 tahun), yang mempunyai dua anak bernama Elsa Day (saat itu berusia 3 tahun), dan Raska Bagus Pamungkas (saat itu berusia 4 tahun).

Karena kasihan, Yohana dan kedua anaknya saat itu oleh Saijan diboyong ke rumah kontrakannya di Kelurahan Keramat. Selama satu tahun Saijan sering dimarahi oleh keluarga dan saudaranya, karena keadaan ekonominya yang tidak mampu malah mengasuh seorang wanita dan dua anaknya. Berhubung tidak tahan dengan kemarahan keluarga, akhirnya Saijan pindah kontrakan di Dusun Mlaten, Desa Gandu, Kecamatan Bagor, Kabupaten Nganjuk selama dua tahun.

Setelah habis masa kontraknya, Saijan pindah di desa yang sama namun beda dusun, yaitu di Dusun Balongpesing. Di kontrakan ini, Yohana sering menerima telpun dan entah bagaimana akhirnya dia pergi tanpa pesan dan meninggalkan dua anaknya yang masih kecil-kecil tersebut bersama Saijan.

Kontan saja, Saijan merasa kebingungan harus merawat sendiri dua anak yang masih kecil-kecil, sehingga dirinya tidak dapat meninggalkan mereka untuk bekerja. Hal itu terjadi selama sepuluh bulan, tanpa bisa memberikan makan dan minum yang layak. Akhirnya, kedua anak tersebut dititipkan kepada sebuah gereja di wilayah Nganjuk yang menyanggupi untuk merawat, namun ditunggu hingga tiga bulan tetap tidak ada kejelasan.

Saijan tanpa putus asa terus berusaha untuk mencari orang yang mau merawat dua anak tersebut, akhirnya mendatangi ke kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Nganjuk, dan ditemui oleh Kepala Dinas, Drs. Rajuli. Selanjutnya anak itu dititipkan ke Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Bisyri, di Desa Babatan, Kecamatan Patianrowo, Kabupaten Nganjuk.

Setelah diketahui oleh Kepala SDN Babatan 4 Kecamatan Patianrowo, Gondo Priyono, S.Pd, dan Plt. Kepala UPTD Pendidikan TK, SD dan PLB Kecamatan Patianrowo, Suharto, S.Pd, MM, akhirnya kedua anak tersebut diminta untuk bersekolah, dan diberikan seragam, sepatu, tas, dan lain sebagainya.

Bahkan Pengawas UPTD Pendidikan dari Kecamatan Lengkong, juga berkenan membantu sejumlah uang kepada dua anak malang tersebut. Sedangkan setiap harinya mereka diasuh oleh Hj. Maisaroh, atau Yayasan Panti Asuhan Yatim Piatu Al Bisyri. (opt/joko)

post-top-smn

Baca berita terkait