Monday, 23 July 2018

DPRD Wacanakan Evaluasi Penyertaaan Modal di BPD

post-top-smn
Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi

Dwi Rianto Jatmiko, Ketua DPRD Ngawi

Ngawi, SMN – Sejumlah anggota DPRD meminta Bupati dan jajaran Pemkab Ngawi melakukan evaluasi dan pencermatan kembali atas penyertaan modal yang ditanamkan di Bank Daerah. Hal ini mencuat karena secara kebutuhan dana bagi Pemkab Ngawi terus meningkat sejak beberapa tahun terakhir. Selain itu, jika pemikiran bahwa keuntungan berupa deviden berwujud dana yang diharapkan dari invetasi tersebut, sama saja dengan mengkhianati kepercayaan masyarakat. “Pada dasarnya, pemerintah itu bukan badan usaha, sehingga tidak ada kewajiban pemerintah mencari provit kecuali demi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat,” ujar Ketua Komisi III DPRD Ngawi, Supeno.

Penyertaaan modal Pemkab Ngawi sendiri di Bank Jatim cukup besar yakni Rp 53,8 miliar. Dana itu menurut Supeno, dapat dipakai membangun infrastruktur yang menunjang kelancaran akses ekonomi warga dan nilai keuntungannya akan jauh lebih besar. “Mekanisme penjualan saham atau cara menarik dana penyertaan itu ya kita akan ikuti, tapi lebih baik ada evaluasi,” kata Supeno.

Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi

Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi

Wacana menarik dana penyertaan modal ke bank Jatim ini atau setidaknya melakukan pengurangan ini, menurut Ketua DPRD Ngawi, Dwi Rianto Jatmiko, memang sedang mengemuka. Apalagi melihat saat ini pengaturan penggunaan dana daerah juga semakin ketat dan kekuatan dana yang dimiliki Pemkab lebih terbatas. Antok, sapaan akrabnya, membeberkan, saat ini di perubahan APBD 2017, kekuatan dana yang terhimpun sekitar Rp 66 miliar sementara usulan kebutuhan yang dijukan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mencapai Rp 118 miliar lebih. “Kebijakan melakukan penyertaan modal itu juga dilindungi perda dan dewan memang tahu, tetapi perkembangan kebutuhan dan situasi kondisi tentu saja bisa membuat dilakukannya sebuah evaluasi atas perda penyertaan modal,” ujar Antok. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait