Sunday, 16 December 2018

DPRD Ponorogo Gelar Paripurna LPJ

post-top-smn

 

Ponorogo SMN – Laporan pertanggungjawaban (LPJ) pelaksanaan APBD 2017 sudah ditangan DPRD. Di sana dijelaskan realisasi penggunaan anggaran tahun lalu oleh Wabup Soedjarno. Dalam laporan itu, juga dimuat perubahan saldo anggaran lebih, neraca daerah, operasional perubahan ekuitas dan catatan atas laporan keuangan. Karena itu, meskipun belum melakukan pembahasan, tampaknya komisi yang membidangi pemerintahan itu bakal memelototi laporan tersebut dan sudah memiliki sejumlah pertanyaan yang bakal dilayangkan kepada eksuktif. Terutama yang berkaitan dengan masalah penyelenggaraan pemerintah daerah. “Dibahas dulu, sebelum nanti disampaikan dalam pandangan umum pada rapat paripurna selanjutnya,” terang Wakil Ketua DPRD Ponorogo Slamet Hariyanto.

Slamet mengungkapkan sudah membuat disposisi kepada sekretariat dewan untuk mengagendakan paripurna pembahasan LPJ sekaligus membentuk pansus. Menurut dia, pembahasan tersebut harus dilakukan secepatnya. Sebab, ada ketentuan batas pembahasan LPJ hanya sebulan. Untuk itu, lanjut dia, dalam waktu sebulan dimulai tanggal penyerahan pada 28 Juni 2018, dewan harus mengeluarkan pandangannya atau rekomendasi terkait dengan perbaikan penggunaan keuangan daerah. “Setelah kami bedah baru nanti dapat disimpulkan. Tapi, ini masih tahap awal,” kata Slamet.

Adapun dalam LPJ pelaksanaan anggaran tahun 2017 terdapat Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) sebesar Rp 45,2 miliar. Serta terdapat defisit realisasi anggaran sebesar Rp 22,1 miliar. “Saya pikir SILPA sebesar itu masih wajar. Soalnya, tahun-tahun sebelumnya besaran SILPA lebih besar daripada capaian tahun 2017,” ujar Slamet. Untuk mendapatkan kepastian apa penyebab besarnya SILPA dan terjadinya defisit anggaran, lanjut Slamet, bakal dibedah dalam proses pembahasan. Baru setelah itu muncul penilaian atas laporan tersebut. Apakah dipahami dengan catatan atau diterima tanpa catatan. “Nanti akan kami lihat saat pembahasan saja,” tandas politisi PKB tersebut.

post-top-smn

Baca berita terkait