Thursday, 13 December 2018

DPPPAKB Kota Probolinggo Gelar Sosialisasi Gender dan Keterwakilan Perempuan di Legislatif

post-top-smn

Walikota HJ.Rukmini. Sh.Msi didampingi Asisten , Kepala DPPPAKB dan Narasumber saat kegiatan Sosialisasi di Ruang Puri Manggala Bhakti kantor Pemerintah kota Probolinggo.

Probolinggo, SMN  Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Kota Probolinggo,  Menggelar  Sosialisasi Gender  dan Keterwakilan  perempuan  di  Legeslatif  tahun 2018  Bertempat di Ruang  Puri Manggala Bakti Kantor Pemerintah Kota Probolinggo, hari ini  (8/8).

Hadir dalam kegiatan tersebut  Walikota  HJ.Rukmini. Sh.Msi,  Wakil Ketua DPRD Kota Probolinggo, Muklas Kurniawan, para asisten beserta staf ahli, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Probolinggo, camat, lurah, Ketua Dharma Wanita, Anggota Organisasi Perempuan serta narasumber dari DPP Kaukus Perempuan Politik Indonesia, Aliyah dan Universitas Panca Marga, Judi Suharsono.

Kepala DPPPAKB Kota Probolinggo, Drs.  Sukam . Msi  dalam laporannya mengatakan acara  sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang  gender serta memberikan motivasi perempuan di bidang politik dan organisasi perempuan. Sosialisasi ini diikuti sebanyak 300 peserta terdiri dari calon legislatif,  anggota organisasi perempuan, ketua dan anggota TP PKK serta perwakilan Ketua RT dan RW Kelurahan Se- Kota Probolinggo.

Wali Kota HJ. Rukmini.Sh.Msi  dalam sambutannya  mengatakan kesetaraan gender ini, kaum ibu dalam posisi kodratnya. Keterwakilan perempuan pada dunia legislatif (caleg) di Kota Probolinggo tidak ada peningkatan. Partisipasi aktif perempuan dalam politik di Kota Probolinggo masih jauh dari harapan. Sehingga masih dirasakan kesenjangan antara laki-laki dan perempuan.

Lebih  lanjut  Walikota  mengatakan  untuk meningkatkan peran perempuan dibutuhkan pembangunan yang berwawasan gender sebagai bagian dari pembangunan nasional. Tujuannya untuk mewujudkan kesetaraan dan keadilan gender dalam kegiatan, khususnya di bidang politik.

Pembangunan pendidikan politik perempuan perlu ditingkatkan baik dari segi organisasi maupun pemantapan pilar-pilar demokrasi melalui lembaga legislatif, eksekutif maupun yudikatif yang aspiratif dan pro terhadap kepentingan perempuan. Karena kuota ketentuan dan keterwakilan perempuan di kursi DPRD yang menentukan 30 persen untuk perempuan,.

Walikota  HJ.Rukmini berharap perempuan yang ada di Kota Probolinggo termotivasi untuk menjadi angota legislatif  yang dapat memperjuangkan aspirasi perempuan yang berdampak meningkatnya kesejahteraan kaum perempuan khususnya dan masyarakat yang berdaya,  perempuan di Kota Probolinggo maju, berdaya dan berhasil Sukses semuanya .( edy)

post-top-smn

Baca berita terkait