Saturday, 15 December 2018

DLH Ngawi Giatkan Peran Serta Masyarakat dalam Konservasi SDA, Hujan Datang, DLH Himbau Petani Siapkan Lahan

post-top-smn
Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan dan Konservai Sumber Daya Alam yang kini gencar digalakkan Dinas Lingkungan Hidup Ngawi

Kegiatan Sosialisasi Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Perlindungan dan Konservai Sumber Daya Alam yang kini gencar digalakkan Dinas Lingkungan Hidup Ngawi

Ngawi, SMN – Datangnya musim penghujan membawa harapan baru bagi para petani. Hal ini tak lepas dari kegiatan bercocok tanam yang dapat segera dimulai dengan harapan tanaman tumbuh dengan baik dan cepat. Hal ini pula yang ditekankan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada para petani yang tergabung dalam kelompok-kelompok tani penerima bantuan bibit untuk  peningkatan peran serta  masarakat dalam konservasi sumber daya alam. “Tanpa ada peran serta masyarakat, keberhasilan konservasi lahan dan SDA itu akan sulit dilakukan,” ungkap Dodi Aprilasetia, S.Hut, M,SI, Kepala Bidang Tata Lingkungan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi. .

Dodi menyampaikan hal itu dalam Sosialisasi program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam. DLH Ngawi gencar melakukan sosialisasi pentingnya konservasi SDA ini ke berbagai kecamatan di Ngawi. Di seluruh Kabupaten Ngawi telah ada 52 kelompok tani yang mengikuti kegiatan konservasi ini.

DLH sendiri memberikan bibit unggul sesuai permintaan petani dan potensi lahan yang akan ditanami. “Tanaman buah menjadi permintaan yang sangat menonjol, hal ini bisa dipahami karena ada hasil pohon yang juga menambah perekonomian masyarakat selain tetap dapat memanfaatkan batang kayunya bila sudah tidak berproduksi,” ungkap Dodi.

Sosialisasi soal droping bibit dan persiapan lahan tanam ini, akan memperkecil kemungkinan matinya tanaman. DLH Ngawi merencanakan dropping bibit sekitar bulan Nopember sampai Desember mendatang, sehingga penting dilakukan persiapan lahan sebelumnya.

Dodi juga memberikan penekanan agar pemeliharaan tanaman dilakukan dengan cermat. Dia juga membagi tips agar tanaman yang ditanam para petani tumbuh dengan baik dan berpoduksi maksimal. “Pemeliharaan harus diperhatikan, kalau perlu anggaplah seperti pasangan kita sendiri, jadi diberi perhatian penuh,” jelasnya.

Konservasi dan perlindungan lahan sendiri diperlukan mengingat semakin berkurangnya lahan pertanian, semakin sempitnya angka tutupan ahan hijau di Ngawi. Hal ini memicu kreasi agar penghijauan digalakkan kembali baik untuk tanaman lahan pekarangan, sekitar sumber air maupun ladang atau tegal. “Pemerintah Kabupaten Ngawi melalui Dinas Lingkungan Hidup benar-benar bertekad meningkatkan konservasi lahan, harapannya tentu agar Ngawi semakin ijo royo-royo dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Dodi Aprilasetia. (adv)

post-top-smn

Baca berita terkait