Wednesday, 17 October 2018

Ditlantas Polda Jatim Inspeksi Jalur “OK BOS”

post-top-smn

JEMBER, SMN – Jalur rawan Laka Lantas, salah satunya di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari, Kabupaten Jember, Propinsi Jawa Timur dipilih Tim Penilai “Open Karo Black On the Spot” (OK BOS) Jatim V, yang diketuai Kasat PJR Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim, AKBP Aris Yudha Legawa SIK, siang tadi.

Menurut AKBP Aris, hal ini karena angka kecelakaan di jalur ini yang paling tinggi dibanding 6 daerah rawan laka lantas (blackspot) di wilayah Kabupaten Jember.

“Kami memilih jalur sepanjang 500 meter ke timur dan 500 meter ke barat dari titik blackspot, karena daerah ini paling rawan kecelakaan dan mengakibatkan banyak korban meninggal dunia, pada tahun 2017 saja dari 10 kejadian 6 meninggal dunia,” jelasnya kepada wartawan.

AKBP Aris menambahkan, bahwa penilaian terhadap program OK BOS ini merupakan program Dirlantas Polda Jatim dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas, dimana penilaian melibatkan semua stakeholder seperti Dinas Perhubungan, Jasa Raharja maupun kepala desa di tiap-tiap titik black spot.

“Penilaian pada program OK BOS ini lebih ditekankan pada bagaiamana penanganan saat fase-fase laka lantas yang meliputi Pra laka lantas, saat laka lantas maupun pasca laka lantas, bagaimana penanganannya, makanya semua kita libatkan termasuk kepala desa di tiap-tiap polres,” tambah AKBP Aris lagi.

Hal senada dibenarkan Kasatlantas Polres Jember, AKP Prianggo Malau Parlindungan, yang menurutnya Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari ini dipilih karena angka kecelakaanya tertinggi dalam mengakibatkan korban meninggal dunia dibanding 6 daerah lain.

“Sehingga Jember ditetapkan sebagai kota dengan tingkat kecelakaan tertinggi di Jatim,” imbuhnya.

Program ini, ditegaskan Kasat PJR ini, adalah untuk menekan angka kecelakaan, dan selama 2018, di jalur Desa Kertosari Kecamatan Pakusari ini nihil dari kecelakaan sampai meninggal dunia.

“Mudah-mudahan tidak ada lagi korban meninggal dunia, dan untuk daerah lain yang disebut sebagai daerah blackspot, juga akan kami berlakukan dengan mendirikan pos pantau seperti di Pakusari,” ungkap Prianggo. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait