Sunday, 20 May 2018

Ditekan Mahasiswi, Akhirnya Direktur dan Pudir I AKBID Mundur

post-top-smn

Madiun Mahasiswi

Ilustrasi ratusan mahasiswi Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Kota Madiun

Madiun. SMN Perjuangan ratusan mahasiswi Akademi Kebidanan (AKBID) Muhammadiyah Kota Madiun, Jawa Timur, menurunkan Direktur Rumpiati dan Pembantu Direktur I Baruatun, akhirnya membuahkan hasil, Selasa (17/2/2015).

Melalui surat pengunduran diri bermaterai yang ditandatangani keduanya, mereka mundur dari jabatannya selaku Direktur dan Pembantu Direktur I. Namun tidak hadir saat surat pengunduran diri mereka dibacakan di hadapan sekitar 180 mahasiswa di aula gedung Islamic Center yang terletak di Jalan Sumatra Kota Madiun, Selasa (17/2/2015).

Surat pengunduran keduanya, dibacakan oleh Wakil Ketua Pengurus Mummadiyah Madiun. Hadir pula dalam pembacaan surat surat pengunduran ini, yakni pengurus wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, Najib.

Namun meski keduanya telah menyatakan mundur, mahasiswa masih mempunyai satu tuntutan lagi. Yakni agar ketua Muhammadiyah Madiun, Edy Sanyoto, meminta maaf kepada mahasiswa. Karena pada saat mahasiswi melakukan aksi unjukrasa di kampus Akbid yang berada di Jalan Ring Road Kota Madiun beberapa waktu lalu, Edy Sanyoto mengusirnya.

“Satu lagi tuntutan kami. Yaitu agar pak Edy minta maaf kepada kami. Karena beliau pernah mengusir kami dari kampus saat kami demo,” kata salah satu mahasiswi.

Sementara itu Sutomo, setelah adanya surat pengunduran diri dari Direktur dan Pembantu Direktur I, ia minta kepada mahasiswi untuk masuk kuliah kembali setelah selama sembilan hari melakukan aksi unjukrasa dan mogok belajar.

“Saya berterima kasih kepada Rektor STISIP Muhammadiyah yang menampung anak-anak Akbid agar tidak melakukan aksi demo di luar kampus. Saya minta, setelah sembilan hari melakukan aksi demo, dengan surat pengunduran diri ini, agar anak-anak kembali belajar,” pinta Sutomo.

Sedangkan Edi Sanyoto yang baru hadir usai acara, langsung menyatakan permintaan maaf di hadapan mahasiswi yang pernah diusirnya dari kampus.

“Dengan ketulusan, saya menyampaikan permintaan maaf atas lontaran kalimat yang sempat membuat mahasiswi tersinggung. Sekali lagi, saya minta maaf. Saat itu saya memang di luar kendali,” kata Edy Sanyoto, dihadapan mahasiswi.

Untuk diketahui, sejak sembilan hari terakhir, mahasiswi Akbid Muhammadiyah Madiun melakukan aksi unjukrasa dan mogok belajar. Alasannya, karena Direktur dan Pembantu Direktur I, memberlakukan biaya yang terlalu tinggi kepada mahasiswi dibanding di kampus lain sejenis yang berada di Madiun. (Sy)

post-top-smn

Baca berita terkait