Monday, 22 October 2018

Dispertan dan Hortikultura Kabupaten Madiun, Tingkatkan Produktivitas Padi Petani

post-top-smn
Alat Pemotong Padi Combine Harvester yang lebih efektif dan efisien bagi petani dalam memanen padi

Alat Pemotong Padi Combine Harvester yang lebih efektif dan efisien bagi petani dalam memanen padi

Madiun, SMN – Dalam rangka pencanangan program pemerintah pusat tentang swasembada pangan tahun 2018 agar bisa terwujud maka Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Madiun  Moch. Nadjib, SP, MM, melalui Ir. Swatini Murtiyastuti, MM selaku sekretaris dinas, Sumanto, SP, MM bidang teknik, Neni Sutiyana, SP dan Purnomo Hari Witanto, PHP selaku petugas lapangan di tingkat kecamatan Madiun. mereka selalu saling bahu membahu dalam melaksanakan tugasnya terutama sama petani/poktan maupun Gapoktan demi terwujudnya swasembada pangan tahun 2018 mendatang.

Berdasarkan informasi dan laporan di lapangan dalam hal ini Ketua Kelompok Tani Sari Makmur (Dasi) di desa Gunungsari Kecamatan Madiun, Kabupaten Madiun telah menjelaskan secara gamblang tentang pertanian terutama tanaman padi untuk panen padi tahun ini, pendapatan meningkatkan dan harga jual gabah pun juga membaik. Hasil panen tahun ini per 1 Ha memperoleh 8,4 ton bersih perkotak bisa mencapai 1,3 – 1,4 Kw, dengan alat pemotong padi/ panen padi masih combine harvester, dengan adanya alat mesin ini petani semakin dipermudah cepat dan maksimal hasilnya dengan demikian penghasilan para petanipun bertambah.

Juga dijelaskan pula oleh petugas penyuluhan (PL) dan ketua Gapoktan untuk bisa mendapatkan hasil panen padi yang maksimal, maka harus sesuai dengan aturan baik pola tanam, pemupukan dan perawatan yang intensif, untuk 1 Ha sawah yang diperlukan pupuk buatan : urea 300 Kg, ZA 150 kg, SP 50 Kg, dan pupuk organik secukupnya, terutama pupuk organik sangat baik bagi tanam, walaupun pola tanam di desa Bangunsari, padi, padi, pantin (jadi terus menerus) akan tetapi hasilnya panen tetap baik dan memuaskan.

Harga gabah dengan memanen pakai mesin Combine Harvester bisa Rp. 4.100, tapi bila dengan alat biasa Cuma kisaran Rp. 3.000 – Rp. 3.900, jadi dengan alat mesin Combine Harvester bisa menambah nilai jualnya sehingga bisa menambah penghasilan para petani (meningkatkan taraf perekonomian petani).

Dalam menghadapi serangan hama tanaman, baik dinas, petugas lapangan dan petani selalu sigap dan siap secepat mungkin segera diatasi dan dibasmi begitu petani lapor ke dinas / petugas lapangan (PL) maka petugas, dari dinas langsungsung turun ke lokasi, ini guna mencegah penyebaran hama tersebut tidak sampai meluas kemana-mana.

Ada lagi yang cukup unik dan menarik dalam pembasmian hama tekun di kawasan kelompok tani Sari Makmur desa Gunung Sari Kecamatan dan Kabupaten Madiun, cara pembasmiannya dengan manual yaitu barang siapa yang mendapatakan kasus di wilayahnya, maka satu ekor tikus akan dibeli Rp. 1.500 oleh pengurus Gapoktan Sari Makmur, sampai saat ini jumlah tikus yang terbeli  4.676 ekor x Rp. 1.500 = Rp. 7.014.000 di ambil dari kas Sari Makmur. Cara demikian mulai tahun 1990 sampai sekarang kas khusus hama diambil setiap musim panen, petani wajib membayar 2 kg gabah per kota sawah. Rata-rata perpanen gabah yang terkumpul sekitar 7 kw khusus buat biaya penanggulangan hama tanaman (sy)

post-top-smn

Baca berita terkait