Wednesday, 19 September 2018

Direktur CV Berlian Sejatera Kebakaran Jengot, Balik Menyerang Suyatno

post-top-smn

Ahmad Zaenal beserta Syaifudin beserta sales Autoo saat penyerahan mobil setelah dibeli

Jombang, SMN – Kasus penggelapan uang direktur CV. Berlian Sejahtera, Syaifudin pada Suyatno selaku pemilik lahan galian c milik yang berhasil dimenangkannya Suyatno melalui lelang di Desa Kempleng Kecamatan Purwoasri ini semakin memanas setelah diberitakan koran di Suara Media Nasional edisi 174/23 Februari-1 Maret 2015. Pasalnya dari pihak Syaifudin mulai kebingungan buat opini di media masa yang seakan-akan galian c yang berlamatkan di Desa Kempleng Kacamatan Purwoasri Kabupaten Kediri tersebut miliknya.

Anehnya lagi, Syaifudin melaporkan Ahmad Zaenal dengan alamat barong sawahan kecamatan banadar kedung mulyo jombang selaku anak Suyatno pemilik lahan galian c Desa Kempleng Purwoasri dengan tuduhan penggelapan mobil Avanza dengan nomor polisi AG 1334 GU serta penggelapan uang perusahaan.

Dengan adanya berita tersebut wartawan Koran ini melakukan konfirmasi kepada Ahmad Zaenal. Dia mengatakan bahwa dirinya memang dilaporkan Syaifudin tentang penggelapan mobil serta penggelapan perusahan di Polres Kediri.

???????????????????????????????

“Semua tuduhan itu tidak benar. Penggelapan gimana mas? Wong saya bukti transfer uang pembelian mobil ada. Total semua Rp 198 juta, yang Rp 20 juta saya transfer ke Syaifudin. Lainnya saya kasih cash di dealer AUTO 2000 Ngadiluwih Kediri dan disaksikkan oleh pihak Kasir AUTO serta salesnya bernama Aditiya, dan juga ada BBMnya bukti penyerahan mobil kok dikatakan saya penggelapan”, terang Ahmad.

Lebih lanjut, Ahmad mengatakan, “Parahnya lagi, saya dituduh menggelapkan uang perusahan. Padahal lahan galian c tersebut milik bapak saya Suyatno. Semua bukti lelang yang dimenangkan bapak saya ada perjajiannya, serta kuitansinya setelah bapak saya proses mengurus perizinan terbentur masalah badan hokum. Padahal tinggal penerbitan IUP. Dari KPPT Kediri disarankan untuk nyari badan hokum. Disitulah bapak saya mencari badan hokum. Pada waktu itu datanglah Syaifudin menawarkan diri”, tambahnya.

Waktu itu Syaifudin mengatakan, “Dari pada mencari badan hukum lain, mending milik saya. Masalah fee gampang. Dikasih berapa saja saya mau. Wong hasil dari galian c aja kan kita saudara”, terang Ahmad menerangkan kalimat Syaifudin.

Ahmad menerangkan lagi, “Gitu tadi mas kata Syaifudin kepada saya, kok malah saya dituduh menggelapkan uang perusahaan saya lengkap mas. Laporan keuangannya saya siap adu bukti. Seharusnya Syaifudin yang laporkan keungan ke bapak saya, karena telah diberi surat kuasa pengolalaan”, terang Ahmad Zaenal tegas.

Secara terpisah saat ditemui wartawan ini di kediamannya, Suyatno selaku pemilik lahan galian c Desa Kempleng Purwoasri mengatakan bahwa galian c yang beralamatkan di Desa Kempleng Purwoasri itu memang milik saya, melalui rapat pembahasan rancangan peraturan (Reperdes) Kempleng tentang rencana pengerukan tanah bengkok perangkat Desa Kempleng Kecamatan Purwoasri Kabupaten Kediri yang selanjutnya diajukan kepada bupati melalui camat. Dalam rapat tersebut telah dilelang juga pengerjaannya pengambilan tanah kas Desa Kempleng yang dimenanangakan oleh saya, Suyatno.

Pada waktu itu saya sudah mengurus ijin, semua udah lengkap. Tapi dari pihak KPPT Kediri menyarankan harus pakai badan hokum, terus saya menunjuk Syaifudin selaku Direktur cV Berlian Sejahtera untuk melaksanakan galian c tersebut. Tetapi Syaifudin tidak bisa melaksanakan sepenuhnya.

Surat Kuasa Suyatno kepada Syaifudin

“Pada petengahan Juli 2014, saya ambil alih karena tidak mendapat hasil, dan saya menyuruh anak untuk memegang pembukuan galian c tersebut. Lha kok ini dilaporkan penggelapan uang perusahaan, kan itu galian saya yang punya modal. Bukti-bukti saya lengkap, pembelian lahan saya juga ada kuitansinya semua. Kalau Syaifudin itu mengakui miliknya, mari kita buktikan dan tunjukkan bukti kepemilikkan lahan galian c tersebut. Kalau CV memang milik Syaifudin karena untuk atas nama ijin saya, sedangkan semua biaya dari ijin tersebut uang saya. Maka saya tunjuk Syaifudin untuk melakukan pengalian c tersebut sesuai surat kuasa yang saya berikan. Kalau memang Syaifudin punya nyali, mari kita ketemu. Tunjukkan bukti data yang dipunya Syaifudin dan milik saya ini. Saya yang ditipu kok malah anak saya yang dilaporkan. Harusnya saya yang dirugikan menuntut hak saya dikebalikan. Saya ajak saudara Syaifudin untuk smupah pocong, kalau memang benar itu miliknya saya siap. Karena apa yang saya ucapan sesuai bukti yang saya miliki dan beberapa bukti SMS Syaifudin ke anak saya”, terang Suyatno.

Suyatno menambahkan bahwa dirinya dan anak saya tidak pernah diajak damai sesuai apa yang diutarakan di Koran. Justru dari pihak kami yang berulang kali mengajak damai dibicarakan baik-baik, saya hanya minta hak saya dikembalikan. Itu saja. Malah anak saya kok dilaporkan di Polres Kediri, ya saya ganti lapor balik sesuai bukti yang saya punya”, kata Suyatno.

Saaat dikonfirmasi, Syaifudin Direktur CV Berlian Sejahtera terkait masalah tersebut melalui via SMS mengatakan, “Langsung saja mas ketemu saya di Kediri. Kalau SMS capek ngetiknya. Biar gak sepotomg-potong penjelasannya. Biar gak salah persepsi”, kata Syaifudin melalui SMS.

Saat wartawan ini menanyakan apakah galian c tesebut milik Syaifudin? Oleh Ahmad Zaenal sebagai karyawan CV Berlian Sejahetra melalui SMS menjawab, “Ya mas”, jawab Syaifudin melalui pesan singkat.

Jatmiko Dwi Utomo Wakil Ketua DPPLPD (Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Penegak Demokrasi) selaku pendamping keluarga Suyatno mengatakan sangat prihatin dengan keadaan seperti ini. Namun saya memihak pada yang benar. Kebetulan saya setelah melihat data secara keseluluruhan dan juga bukti SMS saudara Syaifudin, sebenarnya semua sudah jelas. Diakui atau tidak oleh saudara Syaifudin, mobil yang dilaporkan penggelapan dan penipuan jelas uangnya berasal dari hasil galian c milik Suyatno, kok melaporkan. Katanya uang itu milik istrinya Syaifudin dari hasil menabung sedikit demi sedikit, itu keterangan istri Syaifudin waktu diperiksa di Polres Kediri. Kalau diusut tuntas, asal uang pembelian mobil tersebut apakah tidak sayang, istrinya seorang PNS di Kediri nanti bisa terjerat laporan palsu dan akan dituntut balik oleh saudara Suyatno.

Sedangkan penggelapan keuangan perusahaan mestinya saudara Syaifudin harusnya sadar bahwa pengelolan galian c tersebut adalah Suyatno selaku pemilik lahan galian c apa lagi bukti kelemahan secara data administrasi, kuitansi, print out transfer disejumlah bank dan sejumlah bukti SMS dari ponsel Syaifudin ke saudara Zaenal, jelas Syaifudin sangat lemah secara hokum, terang Jatmiko Dwi Utomo.

Jatmiko Dwi Utumo menambahkan, “Demi tegaknya hukum dan kebenaran, kami sudah melaporkan saudara Syaifudin ke Polres Jombang, Polda Jatim rencana Senin ini akan ke Polres Nganjuk karena ada bukti transfer dari Nganjuk. Setelah saya koordinasi ke Bidang Hukum Polda Jawa Timur terkait masalah ini bisa diindikasi pemerasan atau penipuan/penggelapan dengan cara CV. Berlian Sejahtera dibuat modus. Indikasi kuat pemerasan atau penipuan /penggelapan saya akan kawal tuntas masalah ini. Kalaupun ke Mabes Polri, saya siap lakukan untuk menuntut keadilan demi sebuah kebenaran dan tegaknya hukum seperti di masyarakat lemah teraniaya seperti ini, kata Jatmiko Dwi Utomo. (met)

post-top-smn

Baca berita terkait