Tuesday, 26 March 2019

Dinkop UMKM, Latih Membatik Mantan Produsen Miras

post-top-smn

Pelatihan membatik yang dilakukan Dinkop UMKM (15-19/10).

Ngawi, suaramedianasional.co.id – Tindakan pihak kepolian memberantas produksi minuman beralkohol di Desa Kerek, Kecamatan Ngawi, beberapa waktu lalu, membuat sebagian besar pelakunya kelabakan mencari sumber penghasilan baru. Namun Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (Dinkop UMKM) mengupayakan solusi untuk mereka. “Kami sudah melakukan pendataan, ada sekitar 75 KK yang harus difasilitasi agar tida.kembali memproduksi minuman beralkohol,” ungkap M. Taufiq, pelaksana tugas (plt) Dinkop UMKM Kabupaten Ngawi.

Mengubah mindset warga yang terbiasa mendapatkan penghasilan secara kilat lewat produksi miras, diakui olehTaufiq, bukanlah hal yang gampang. Ini terbukti dari penawaran mengikuti pelatihan membatik yang dilakukan Dinkop UMKM, hanya berhasil mendapatkan 5 orang saja dari total.keseluruhal peserta sebanyak 30 orang. “Padahal ini gratis, mendapatkan bantuan alat dan bahan agar bisa membuka usaha sendiri,” ungkapnya.

Pelatihan membatik itu berlangsung 4 hari (15-8/10)/dan memanggil pelatih dari paguyuban pembatik Laweyan Solo yang sudah terkenal dengan metodenya yang mudah dipraktikkan. Selain warga Kerek yang ikut menjadi peserta adalah guru-guru yang diharapkan dapat menularkan ilmu membatik ini ke anak didik mereka. “Temanya mengambil motif abstrak, agar peserta nanti leluasa mengembangkan kreasinya sendiri,” ungkap Taufiq.

Dinkop UMKM sendiri tak akan putus asa dan terus mendekati mantan pelaku pembuat minuman beralkohol dari Kerek, untuk berlatih keterampilan sebagai bekal berwirausaha.

Kepala Bidang Pengembangan Usaha Dinkop UMKM Ngawi, Davit Muktiaji  mengungkapkan, dalam waktu dekat ini akan mengadakan pelatihan usaha bidang produksi makanan walaupun dari segi potensi lokal, di Kerek belum menunjukkan hasil bumi yang khas. “Misalnya kita lakukan di Bringin, di sana banyak ketela pohon ya kita kembangkan produksi makanan dari bahan itu dan bisa jalan dengan bagus. Nah, di Kerek ini, potensi seperti itu belum ada,” katanya.

Dinkop UMKM Ngawi, khusus untuk Desa Kerek, akan berusaha melakukan pelatihan membuat makanan onde-onde daun jati, mengingat di Kerek dikelilingi hutan jati. “Kita usahakan secepatnya akan kita lakukan,” ungkap Davit. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait