Sunday, 21 April 2019

DIDUGA PENYALAHGUNAAN JASMAS DPRD JATIM 2017, KERJAAN ASAL ASALAN

post-top-smn
Kegiatan swakelola untuk pokmas yang berupa jalan usaha tani

Kegiatan swakelola untuk pokmas yang berupa jalan usaha tani

Mojokerto, SMN – Kegiatan swakelola untuk pokmas yang berupa jalan usaha tani sejenis penetrasi jalan kerjaannya diduga disalah gunakan dalam pelaksanaannya. Kegiatan ini berasal dari APBD pemprov 2017 pencairannya melalui rekening pokmas. Pekerjaan ini sifatnya swakelola oleh pokmas selaku penerima dana, tapi pekerjaan di kerjakan oleh pihak 3 atau kontraktual.
  Didesa kalen kecamatan  dlanggu Kabupaten mojokerto  mendapatkan jasmas dengan anggaran 200 jt dengan panjang 400 m, Diduga kualitas kerjaannya sangat buruk sarat penyimpangan, rata rata pekerjanya dari luar bukan warga setempat, desa hanya mengetuhui tapi tidak dilibatkan dalam pekerjaannya. Penetrasi jalan yang sedang realisasi dikerjakan asal asalan, matrial yang digelar kualitas sangat buruk tidak sesuai dengan spesifikasi yang di tentukan.
   Menurut Wiwit Hariyono SE, selaku ketua FKI-1 ” kegiatan ini rawan disalah gunakan, tidak transparan, dan potensinya merugikan negara dan masyarakat” paparnya.
   Mengingat banyak ditemukannya kerjaan yang sangat tidak bermutu juga merugikan negara maupun masyarakat, dugaan dugaan lebih kuat dengan ditemukannya penurunan kualitas bahan atau matrial yang dipasang sangat tidak sesuai dengan spesifikasi yang ditentukan, bisa disimpulkan kerjaannya asal asalan dan sudah ada indikasi korupsi. Dengan temuan ini dilapangan adanya pekerjaan yang sangat jelek tidak berkualitas LSM FKI-1 akan kawal perkara ini sampai tuntas. Karena perkara ini melibatkan oknum Anggota DPRD prov jatim, koordinator tingkat kabupaten dan pemborong teknis lapangan.
   Harapan ada pengawasan yang serius dari pihak terkait DPRD prov jatim,  inspetorat perwakilan daerah wilayah Kabupaten, aparat penegak hukum APH, dengan adanya pekerjaan yang merugikan negara. ( ful).
post-top-smn

Baca berita terkait