Monday, 15 October 2018

Diduga Korupsi Dana Bansos, Ketua DPRD Jember Resmi Ditahan

post-top-smn


Jember, SMN – Setelah diperiksa sekitar 8 jam lebih oleh Tim Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Jember, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jember, Thoif Zamroni, resmi ditahan, Rabu (14/2) soresekitar pukul 17.00 wib tadi.

Menurut Kepala Kejari Jember, Ponco Hartanto, kepada sejumlah media mengatakan jika pihaknya resmi menahan Ketua DPRD Jember itu.

“Baliau kami tahan atas kasus dugaan korupsi dana Bantuaan Sosial (Bansos) Kelompok Ternak Tahun 2015 lalu, saudara Ketua DPRD, resmi kami tetapkan sebagai tersangka,” katanya.

Ponco ketika dimintai keterangan juga menjelaskan jika pihaknya langsung melakukan penahanan terhadap Ketua DPRD Jember tersebut hanya untuk mempermudah jalannya proses penyidikan perkara tersebut.

“Dana bansos yang digulirkan sekitar Rp 33 milyar dari anggaran keuangan negara atas usulan DPRD Jember. Paginya kami panggil dan kami periksa sebagai saksi kemudian kita tingkatkan sebagai tersangka,” bebernya.

Dari hasil penyidikan oleh tim, kata Ponco, pihaknya lantas menggelar espos dan statusnya sudah ditingkatkan sebagai tersangka oleh pihak Jaksa.

Menurut Poncho, Dalam penanganan kasus dugaan korupsi itu, pihaknya telah melakukan penyidikan serta pengumpulan bukti-bukti sejak setahun silam.

“Penahanan badan kita lakukan agar tersangka tidak mempengaruhi dan mengintimidasi para saksi dan menghilangkan atau menganti barang bukti,” tegasnya.

Dari hasil penyidikan di lapangan, modus penyelewengan kasus Bansos Kelompok ternak itu dimanfatkan tidak sesuai peruntukannya.

“Salah satunya dalam pembentukan kelompok itu ditemukan bahwasanya tidak sesuai dengan Permendagri No 39 Tahun 2012, dilapangan kita temukan bukti bahwa banyak kelompok penerima bantuaan yang ternyata berdasarkan kekerabatan/ keluarga, padahal itu tidak dierbolehkan sesuai aturan,” terang Poncho.

Sementara itu, Ketua DPRD Jember, Thoif Zhamroni keluar dari kantor Kejari Jember sore tadi, langsung diantar oleh Tim Jaksa untuk dititipkan di Lapas Kelas 2A Jember guna dilakukan penahanan badan selama berlangsungnya proses penyidikan atas kasus korupsi itu. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait