Sunday, 18 November 2018

Diduga Jadi Ajang Protitusi, Warung di Dawung Ditutup

post-top-smn
petugas menutup lokasi yang diduga  ajang prostitusi di Dawung

Petugas menutup lokasi yang diduga ajang prostitusi di Dawung

(Petugas Temukan Belasan Kamar)

Ngawi, SMN – Lokasi yang diduga menjadi ajang prostitusi dan berkedok warung makan, di Desa Dawung Kecamatan Jogorogo, dioprak petugas gabungan yang terdiri dari Satpol PP, Polres Ngawi unit Provost, Sub Denpom/1-2 Ngawi, Koramil dan Polsek Jogorogo mulai mengoprak tempat prostitusi berkedok warung tersebut mulai sekitar pukul 09.30 WIB pada Jum’at, (20/01).

Walaupun tidak menemui satu pun penjaja cinta di warung tersebut, namun petugas sempat dibuat heran dengan banyaknya kamar-kamar yang tersedia di lokasi itu. Kamarkamar itu diduga menjadi ajang perbatan seksual dengan transaksi tertentu dan oleh petugas langsung ditutup. Semua pintu kamar dicopot oleh petugas agar belasan kamar tersebut tak lagi jadi lokasi transaksi asusila. “Sudah pernah ada surat peringatan sampai dua kali dan yang ketiga kalinya ini ya kami tindak,”  kata Didik Rahmad Purwanto Kepala Satpol PP Ngawi.

Meski hasil tangkapan nihil jelas Didik, petugas berhasil mengamankan beberapa botol minuman yang diduga mengandung alkohol dari tempat prostitusi milik Maryono. Botol-botol minuman itu pun langsung diangkut dalam kendaraan petugas.

Didik juga menegaskan, bukan hanya kawasan Dawung yang dtertibkan. Pihaknya akan segera menutup lokasi yang diduga menjadi ajang prostitusi seperti di Alas Malang, Desa/Kecamatan Karangjati, apabila surat peringatan yang telah dilayangkan beberapa waktu sebelumnya tidak digubris.

Untuk tempat prostitusi berkedok warung di Alas Malang yang jumlahnya mencapai 14 warung kata Didik, sangat berpotensi dilakukan penutupan paksa menggunakan alat berat mengingat tempatnya berada di satu lokasi. Hanya saja secara teknis penutupan tempat prostitusi di Alas Malang akan kerjasama dengan pihak pemerintahan desa sebab lahan yang ditempati milik tanah asset desa setempat.

“Kalau di lokasi ini (Alas Malang-red) kita akan kerjasama dengan desa sebab lokasinya itu ada di tanah milik desa. Tetapi sangat kita harapkan sebelum ditutup paksa pihak desa harus segera memberikan sosilisasi ke tempat-tempat itu untuk menutup dan meninggalkan lokasi bagi pengelola yang bukan asli warga Desa Karangjati,” ujar Didik. (ari)

post-top-smn

Baca berita terkait