Tuesday, 25 June 2019

Dewan Tengarai Ada Pungli Parkir di Wilayah Ngawi Barat

post-top-smn
Ilustrasi

Ilusrasi pungli parkiran

 

Ngawi, SMN – Inspeksi mendadak (sidak) yang dilakukan Komisi III di sejumlah titik terminal dan pasar di wilayah Ngawi barat, membuat mereka terpana. Betapa tidak, terdapat sejumlah orang yang memungut parkir secara liar.

Pungutan parkir ini dilakukan oleh orang yang tidak berseragam namun kuat dugaan setoran dananya juga masuk ke oknum-oknum petugas. “Setidaknya ada perlindungan dan tutup mata, padahal semua sudah tahu, parkir sudah dibayar dari jasa parkir berlangganan bersamaan saat kita memperbarui STNK,” ujar Supeno, Ketua Komisi III DPRD Ngawi.

Titik yang sudah disambangi dewan misalnya di terminal Jogorogo, Ngrambe, Walikukun, Gendingan dan Widodaren. Pungutan dilakukan oleh mereka yang menamakan diri relawan dan danaya disetorkan ke petugas. “Hanya saja, saat kita cecar kemana dana itu disetorkan? Ke petugas siapa? Semuanya bungkam, ketakutan dan tidak menjawab,” ujar Supeno.

Sidak itu sendiri dilakukan demi menjawab pertanyaan masyarakat di sekitar Ngawi barat yang resah dengan banyaknya titik fasilitas umum yang kena parkir. Mulai lahan parkir terminal, depan pasar bahkan halaman kantor-kantor bank dan koperasi. Padahal desa-desa sekitar areal tersebut tak mendapatkan konstirbusi apapun dari pungutan parkir yang dilakukan. “Kalau dilakukan oleh relawan, memang sukar ditindak namun kalau sampai dana itu diberikan ke oknum PNS dalam hal ini petugas Dinhub, kami minta hal itu ditindak tegas,” ungkap Supeno.

Ditengarai, lebih dari ratusan motor dan puluhan mobil yang menggunakan jasa fasilitas umum di wilayah Ngawi barat tersebut. Dana yang ada sama sekali tak terhitung sebagai pemasukan pemkab, kecuali yang tertera dalam pungutan parkir berlangganan yang dibayar setahun sekali.

post-top-smn

Baca berita terkait