Sunday, 16 December 2018

DD (Dana Desa), Bisa Menjadi Berkah, Juga Bisa Mendatangkan Musibah

post-top-smn

Patria

Lumajang, SMN – Pemerintah mempunyai program kucuran dana, agar desa desa bisa mandiri. Dana Desa (DD) yang dikucurkan oleh Pemerintah terhadap desa-desa tersebut, bisa saja mendatangkan berkah, namun juga bisa mendatangkan musibah.

Dana desa yang mencapai miliaran tersebut, jika tidak dikelola dengan baik, akan menjadi masalah, namun jika dikelola dengan benar sesuai peruntukannya, maka dana desa tersebut bisa menjadi berkah.

Menurut Koordinator Forum Kajian Pembangunan Desa ( FKPD), Satori, bahwa mengacu pada undang-Undang Desa No. 6 Tahun 2014, Dana Desa harus digunakan untuk empat bidang, yaitu: penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, pembinaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Jangan main main dengan dana desa, karena ada implikasi hukum dan konskuensi logis yang harus dipertanggung jawabkan oleh pihak desa. Dengan adanya dana desa diharapkan agar desa bisa lebih mandiri,” jelas Satori.

Menurut Satori, untuk menuju kemandirian tersebut, ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan desa, yakni akuntabilitas dan keterlibatan warga desa dalam pengelolaannya.

“Masyarakat desa harus terlibat dalam setiap proses perencanaan pembangunan desa, sejak mulai dari awal, baik itu perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan keuangan desa,” tambahnya.

Selain itu, desa harus memberikan informasi keuangan, yang harus dipampang di kantor desa, seperti papan informasi kegiatan di setiap lokasi pembangunan.

“Masyarakat berhak tahu, dan desa wajib memberitahu. Semua harus terbuka, Itu semua sudah dijamin oleh Undang-Undang Desa,” imbuh Satori.

Dia menambahkan, desa juga diharuskan mengadakan musyawarah desa yang demokratis. Partisipasi, pun tidak bisa hanya formalitas, tapi semua komponen benar-benar terlibat di dalamnya.

“Transparansi dan partisipasi masyarakat adalah prinsip penting dalam tata kelola pemerintahan desa yang bersih,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Kepala Dinas Pemberdayan Masyarakat Desa (DPMD) Kabupaten Lumajang, Patria, pihaknya menaruh perhatian yang serius terhadap upaya mewujudkan transparansi dan partisipasi pengelolaan DD dan Alokasi Dana Desa (ADD).

“DPMD akan mengembangkan Aplikasi Siskeudes untuk seluruh desa, yang sekarang semua desa sudah menerapkan dengan perkembangan masing-masing,” tutur Patria.

Sistem Informasi Desa (SID), adalah replikasi dari 7 desa percontohan di Kecamatan Gucialit dan Kecamatan Pasirian dan sekarang dalam proses.

SID dan Siskeudes ini merupakan bagian penting dari proses transparansi dan partisipatif pengelolaan DD dan ADD, mulai dari proses perencanaan, pengelolaan dan pertanggungjawaban serta pelaporan.

“Kami sangat mengaharap sumbang saran dan kerja sama seluruh lapisan masyarakat, untuk mewujudkan ini semua,” pungkasnya. (Tiek)

post-top-smn

Baca berita terkait