Monday, 23 July 2018

Danbrig Segera Usut dan Sampaikan Permohonan Maaf Kepada Oryza

post-top-smn

JEMBER, SMN – Komandan Brigif (Danbrig), Kolonel Robby Suryadi didampingi Dandim 0824 Jember, Letkol Inf Arif Munawar dan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Jember, Ayub Junaidi jenguk Oryza Ardiansyah Wirawan, wartawan yang dianiaya oleh suporter dan pemain sepak bola Dharaka Sindo, Rabu (4/7) sore kemarin di Jember Sport Garden (JSG) Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur.

Oryza yang dirawat di rumah sakit Jember Klinik, usai peristiwa tersebut, oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Jember, kasusnya telah dilaporkan ke Mapolres Jember, Rabu (4/7) malam.

“Kami akan terus mengawal kasus penganiayaan yang menimpa anggotanya,” kata Ketua PWI Jember, Sigit Maryanto kepada media ini.

Dikatakan Sigit, selain sudah melaporkan kasus ini ke Polres Jember, PWI Kabupaten Kember juga berencana melaporkan kasus ini ke Denpom TNI.

“Namun tadi pagi Pak Kapolres dan Komandan Denpom sudah menjenguk korban dan rencananya hari ini Danbrig, Denpom dan Polres akan melihat video untuk menyelidiki siapa saja yang terlibat, kalau memang ada anggota TNI yang terlibat berkas akan dilimpahkan ke Denpom, dan warga sipil akan ditangani Polres,” ujar Sigit.

Sementara itu, Komandan Brigif 9/2 Jember, Kolonel Robby Suryadi saat menjenguk Oryza yang dirawat di Rumah Sakit Jember Klinik langsung menyampaikan permohonan maaf atas peristiwa yang dialami jurnalis di Jember.

“Saya selaku Danbrig meminta maaf atas apa yang menimpa Oryza, saat ini staf kami masih melakukan BAP kepada pemain dari unsur anggota kami, karena di klub Dharaka Sindo memang ada 6 pemain dari anggota kami, dan pada pertandingan kemarin 4 anggota kami ikut bertanding, apakah terlibat atau tidak masih kami selidiki,” ujar Danbrig.

Danbrig juga menjelaskan bahwa Dharaka Sindo bukanlah klub sepak bola milik Brigif, tapi klub Dharaka milik Brigif 9/2 Jember, yang merger dengan Samudra Indonesia (Sindo), sehingga namanya menjadi Dharaka Sindo, dimana pemainnyapun juga melebur.

“Sejatinya setelah kedua klub merger, Brigif sudah tidak terlalu sepenuhnya terlibat, kami hanya memfasilitasi akomodasi pemain dan manager, seperti kendaraan dan tempat latihan, sekali lagi saya minta maaf atas kejadian kemarin karena kurangnya pengawasan, nanti siang akan kita lihat siapa saja yang terlibat dalam aksi pemukulan,” jelas Danbrig.

Sementara Oryza, yang mendapat kunjungan dan permohonan maaf dari Danbrig secara langsung mengucapkan terima kasih dan mengapresiasi respon cepat Danbrig.

“Saya mengapresiasi respon cepat Danbrig yang segera mengusut kasus ini,” pungkas Oryza. (afu)

post-top-smn

Baca berita terkait