Friday, 25 May 2018

Dahlan Iskan: “Masa Depan Media Tak Bisa Ditebak”

post-top-smn

Seminar pers sebagai salah satu rangkaian peringatan Hari Pers Nasional di Padang, Sumatera Barat

Padang, SMN – Dahlan Iskan selalu memberikan harapan baik bagi pekerja jurnalistik. Hal ini juga yang disampaikan Dahlan Iskan saat menjadi pembicara dalam Seminar Pers pada Peringatan Hari Pers Nasional di Padang, Sumatera Barat, 8 Februari lalu.

Perkembangan media massa konvensional yang semakin terdesak oleh perkembangan digital dan era komunikasi cepat melalui internet menjadi pembahasan yang terus menghantui insan pers termasuk wartawan yang bekerja di berbagai media massa di tanah air. “Berita buruknya, kita tidak pernah tahu masa depan, di masa lalu, dengan berbagai referensi yang sudah pernah terjadi bias ditebak apa yang kira-kira apa yang akan terjadi 10 atau 20 tahun kemudian,” ungkap Dahlan Iskan.

Dahlan Iskan mencontohkan hal ini pada dirinya sendiri yang harus melepaskan jabatan penting di grup Jawa Pos. “Tak ada yang dapat memprediksi bahwa akhirnya 3 bulan lalu saya harus pension dari Jawa Pos,” ungkap mantan Menteri BUMN ini.

Dahlan kemudian menyampaikan berita baik atas segala perkembangan zaman dan teknologi yang terjad I sekarang dimana semua orang tidak tahu masa depan. Hal ini harus bisa disikapi dengan rasa optimis dan positif. “Kesamaannya adalah antara yang bodoh dan kaya, pandai dan rata-rata serta yang bodoh pun tidak tahu apa yang akan terjadi esok,” katanya.

Perkembangan media digital yang diistilahkan sebagai media dotcom oleh Dahlan Iskan jangan pula terlalu disikapi secara apriori. Apalagi kenyataannya, 90 persen media digital dikendalikan oleh awak media yang pernah bekerja di media cetak (konvensional). “Dengan modal kecil dia bisa tetap menjadi wartawan, bisa memiliki  anak buah, kantor sendiri bahkan penghasilannya lebih besar daripada dia menjadi wartawan di media cetak,” katanya.

Menurut Dahlan Iskan, hal itu baik saja asalkan tetap dilandasi dengan kemauan yang baik, menegakkan prinsip dan memberitakan fakta sesuai kaidah jurnalistik. “Ini juga tamparan bagi kantor-kantor media cetak agar memperlakukan wartawannya dengan lebih baik,” ungkapnya.

Apabila portal digital semakin menjamur, dimana awak media juga semua bekerja di media dotcom, hal itu akan membuat masyarakat semakin dewasa memilih portal dan pemberitaan apa yang layak mereka konsumsi.

Seminar sehari di Padang itu merupakan salah satu rangkaian Peringatan Hari Pers Nasional (HPN) yang dipusatkan di Padang Sumatera Barat. Dengan mengambil tema Persaingan Usaha Pasca Revolusi Digital, seminar ini sukses menarik perhatian ratusan wartawan yang berasal dari seluruh Indonesia dan hadir di Padang untuk peringatan HPN.  Peringatan HPN sendiri diisi dengan berbagai kegiatan diantaranya pameran pers, seminar dan puncaknya dihadiri presiden. (ari)
post-top-smn

Baca berita terkait