Sunday, 20 May 2018

Cuaca Ekstrim Berdampak Nilai Tukar Nelayan Jatim Turun 0,87 persen

post-top-smn
Ilustrasi - Nelayan

Ilustrasi – Nelayan

Surabaya, SMN – Cuaca ekstrim diperairan Laut berdampai Nilai Tukar Nelayan (NTN) Jawa Timur pada Oktober 2016 turun sebesar 0,87 persen dari 114,91 pada September 2016 menjadi 113,90 pada Oktober 2016.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, Teguh Pramono, di kantornya Jl Kendangsari Industri, Surabaya, Kamis (24/11) mengatakan, cuaca ekstrim di sekitar laut di Jawa Timur mengakibatkan sebagaian besar nelayan tidak melaut. Hal ini membuat penghasilan nelayan sedikit menurun. Dampaknya indeks harga yang diterima nelayan turun sebesar 0,85 persen, sementara indeks harga yang dibayar nelayan mengalami kenaikan 0,02 persen.

Adapun komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar dari indeks harga yang diterima nelayan adalah naiknya harga ikan teri, ikan kembung, ikan manyung, ikan tengiri, ikan kuniran, ikan kerapu, ikan peperek, ikan tetengkek, udang, dan rajungan.

Sementara komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang diterima nelayan adalah turunnya harga ikan layang, ikan tongkol, ikan bawal, ikan layur/beladang, ikan cakalang, kepiting laut, ikan belanak, cumi-cumi, ikan tembang, dan ikan cucut.

Untuk komoditas utama yang mengalami kenaikan terbesar dari indeks harga yang dibayar nelayan adalah naiknya komoditas harga cabai rawit, cabai merah, sewa alat penangkapan, rokok kretek, umpan, solar, rokok kretek filter, sawi, kelapa tua, dan kacang panjang.

Sementara sepuluh komoditas utama yang mengalami penurunan terbesar indeks harga yang dibayar nelayan adalah bawang merah, tomat sayur, es batu, gula pasir, telur ayam ras, kentang, jeruk, kacang tanah, pisang, dan ikan pindang tongkol.

Perkembangan NTN selama Oktober 2016 terhadap Desember 2015 (tahun kalender Oktober 2016) mengalami kenaikan sebesar 8,57 persen. Adapun perkembangan NTN bulan Oktober 2016 terhadap Oktober 2015 (year-on-year Oktober 2016) mengalami kenaikan sebesar  5,65 persen.

Dari enam provinsi di Pulau Jawa yang melakukan penghitungan NTN selama Oktober 2016, terdapat dua provinsi yang mengalami kenaikan NTN. Sisanya, empat  provinsi lainnya mengalami penurunan NTN. Kenaikan NTN terjadi di Provinsi Banten sebesar 0,75 persen dan Provinsi Jawa Barat sebesar 0,01 persen.

Adapun provinsi yang mengalami penurunan NTN tertinggi adalah Provinsi DKI Jakarta yang mengalami penurunan sebesar 1,70 persen, Provinsi Jawa Tengah sebesar 1,35 persen, Provinsi Yogyakarta sebesar 1,22 persen, dan Provinsi Jawa Timur sebesar 0,87 persen.

Sementara data harga beberapa ikan laut dari Disperindak Provinsi Jawa Timur dan hasil pantauan reforter JNR di pasar rakyat Surabaya, Kamis (24/11)  ikan bandeng Rp 25.000/kg, ikan Kembung Rp 26.000/kg, ikan Tuna Rp 32.000/kg, ikan Tongkol Rp 25.000/kg, ikan Cakalang Rp 27.000/kg dan ikan teri kering Rp 56.500/kg.(ryo/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait