Thursday, 22 August 2019

Clean Governance Lamongan Peringati Hari Anti Korupsi dengan Nobar dan Diskusi

post-top-smn

Penggiat Clean Govenance usai peringatan hari Anti Korupsi Minggu (9/12.

Lamongan, suaramedianasional.co.id – Peringatan Hari Anti Korupsi sedunia di Lamongan diperingati dengan cukup unik. Ini lantaran Clean Governance, sebuah lembaga swasta di sana, mengajak nonton bareng film “Menolak Diam!” pada Minggu malam (9/12). Film ini bercerita mengenai pembongkaran korupsi di sekolah oleh siswa, berdurasi sekitar 40 menit dan diputar di halaman Inspektorat Kabupaten Lamongan.

Selain nonton bareng film tentang korupsi, juga dilakukan diskusi mengenai pemberantasan korupsi dengan narasumber dari Inspektorat Kabupaten Lamongan dan Komisi Transparansi Lamongan. Diskusi ini juga dihadiri ratusan peserta terdiri dari siswa SMP, SMA, mahasiswa, guru, pejabat dan masyarakat umum.

Direktur Eksekutif Clean Governance Lamongan, Nihrul Bahi Alhaidar, peringatan  Hari Anti Korupsi yang jatuh pada 9 Desember ditetapkan sejak 15 tahun lalu. Hal ini didasar sidang Umum PBB yang menetapkan tanggal 9 Desember sebagai Hari Anti Korupsi Sedunia. Keputusan ini dimaksudkan untuk membangkitkan kesadaran serta kewaspadaan kita terhadap maraknya korupsi, dan juga peranan Konvensi PBB dalam melawan korupsi, baik memeranginya maupun melakukan upaya pencegahan korupsi. “Inilah yang kemudian menjadi tonggak ditetapkannya Hari Anti Korupsi, yakni tiap tanggal 9 Desember,” kata Gus Irul, sapaan akrab aktifis anti korupsi di Lamongan ini.

Berbagai kegiatan pun dilakukan dalam memperingati Hari Anti Korupsi. Mulai dengan turun ke jalan, seminar, diskusi, pentas seni, ataupun berbagai kegiatan lainnya.  “Clean Governance pun melakukan berbagai kegiatan agar semua ingat bahwa korupsi merusak sendi kehidupan bangsa,” ungkapnya. Sayangnya, walau gagasan acara anti korupsi oleh Clean Governance ini bermanfaat untuk generasi muda, tak banyak pihak yang memperhatikannya. Ini terbukti dengan absennya para pejabat yang diundang serta tak banyak media massa yang mendatangi acara tersebut.

Diskusi pada malam itu pun berlangsung seru dan gayeng dengan mengambil tema Stop Korupsi. Dimulai dengan narasumber pertama, Sulistyono dari  Komite Transparansi Lamongan (KTL). Menurut Sulistyono, banyaka masyarakat yang salah alamat dengan melaporkan dugaan korupsi ke KTL, karena KTL disini terkait transparansi pelayanan publik di Kabupaten Lamongan. “Sudah ada tujuh aduan ke KTL, empat surat yang lain sifatnya hanya tembusan,” katanya.

Ketujuh pengaduan itu, lanjut Sulistiono, diantaranya mengenai persoalan perbankan pada Bank Jatim, aduan NPHD bantuan Panwas di APBD 2016, hadiah mobil pajak makan di Lamongan dari Dispenda Lamongan. Selain Transparansi pengelolaan anggaran bedah rumah, serta transparansi pemenang pengadaan barang dan jasa melalui lelang online. Menurutnya, KTL akan segera mengambil tindakan sesuai prosedur untuk menyikapi aduan dan laporan masyarakat tersebut. “Kita kaji dan nanti akan ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Nara sumber kedua adalah Sekrearis Inspektorat Lamongan, Etik Sulistyani. Bu Etik, sapaan akrabnya, mengatakan Inspektorat Kabupaten Lamongan mempunyai tugas melaksanakan pengawasan terhadap pelaksanaan urusan pemerintah di daerah, pelaksanaan pembinaan atas penyelenggaraan pemerintahan desa dan pelaksanaan urusan pemerintah desa. “Lamongan sudah mendapatkan prestasi zona integritas, ini adalah penghargaan dari KPK berkaitan dengan upaya yang dilakukan Pemkab dalam menggalakkan anti KKN. Penghargaan zona integritas ini diperoleh karena terobosan Pemkab dalam pencegahan korupsi berbasis online,” katanya.

Semua pihak setuju bahwa korupsi adalah salah satu hal yang merusak bangsa dan generasinya, sehingga perlu dilakukan sosialisasi agar dapat mencegah dan menghindari korupsi. Diantaranya dengan meningkatkan partisipasi publik dan menumbuhkan inovasi. Dengan begitu dapat meminimalisir perilaku korupsi dan efektivitas anggaran. (abq)

post-top-smn

Baca berita terkait