Saturday, 20 October 2018

Cetak Pengusaha Muda, Jatim Tingkatkan Inkubator Bisnis di Kampus

post-top-smn

pengusaha-muda Surabaya, SMN – Pemerintah Provinsi Jawa Timur  akan menjalin kerjasama dengan kampus-kampus dengan memberikan program pembinaan dan percepatan pengembangan bisnis sebagai inkubator bisnis. Ini dimaksudkan untuk mencetak wirausaha muda baru.

Kepala Bagian Industri dan Perdagangan, Biro Perekonomian Jawa Timur, Aris Mukiyo mengatakan  inkubator bisnis ini sudah dilakukan sejak 2 tahun lalu dan hingga kini di Jawa Timur sudah ada sekitar 300 inkubator bisnis.

“Melalui sistem transfer of technology (TOT) kita akan memperbanyak kerja sama dengan kampus-kampus seperti yang sudah berjalan dengan ITS dan Universitas Brawijaya dari sisi pengembangan wirausahanya,” katanya di sela-sela Workshop Mengembangkan Wirausaha Muda Berbasis Digital, di Universitas Airlangga Surabaya, Rabu (23/11).

Dia menjelaskan, inkubator bisnis perlu diperbanyak mengingat permasalahan sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang kerap dihadapi adalah masalah pembiayaan modal serta sumber daya manusia (SDM) yang lemah, termasuk kurangnya pengembangan konsep bisnis seperti desain kemasan dalam sebuah produk serta cara pemasaran yang tepat sasaran.

“Pemprov Jatim melalui Dinas Koperasi dan UMKM berupaya bagaimana menciptakan trainer di berbagai bidang. Nantinya trainer yang juga wirausaha ini akan mengajari wirausaha yang baru, dan begitu seterusnya,” imbuhnya.

Inkubator bisnis sendiri merupakan lembaga yang memberikan program pembinaan dan percepatan pengembangan bisnis melalui rangkaian program permodalan dan dukungan kemitraan.

Consumer Banking Head, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Regional VIII Rudi Nugraha menambahkan Bank Mandiri sendiri secara nasional saat ini sudah ada 10 bisnis starup yang masuk dalam program inkubator Bank Mandiri.

“Fasilitas inkubator yang mereka dapatkan adalah inject modal ketika bisnis yang mereka ciptakan memiliki peluang yang besar. Program inkubator ini berbeda dengan kredit usaha biasa. Kalau kami melakukan inject modal, maka bisnis tersebut juga dimiliki oleh Bank Mandiri dengan sistem bagi hasil,” jelasnya.

Dia menambahkan, sebanyak 10 starup tersebut merupakan wirausaha yang lolos dari seleksi selama 6 bulan lalu. Rencananya pada Februari 2017, Bank Mandiri kembali membuka program inkubator bisnis tahap kedua. (mad/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait