Thursday, 21 June 2018

Cegah Banjir, Sungai Bengawan Solo di Laren Lamongan Butuh Tanggul 1,5 Km

post-top-smn
Ilustrasi

Ilustrasi

Surabaya, SMN – Bencana banjir yang rutin menimpa masyarakat sekitar Bengawan Solo membuat anggota DPRD Jatim dari Dapil X sangat prihatin. Untuk mengetahui langsung persoalan yang dihadapi, Chusnul Aqib terjun ke wilayan Kecamatan Laren Lamongan.

“Kalau melihat lokasinya, di sana itu butuh dibangun tanggul tambahan di atas tanggul yang sudah ada,” kata Aqib ditemui di DPRD Jatim, Selasa (13/12).

Menurutnya, tanggul tersebut harus dibangun sepanjang 1,5 Kilometer, dengan ketinggian 1 Meter. “Tanggul itu lokasinya ada di Kecamatan Laren melintasi empat desa,” ungkap politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) ini.

Desa yang dilalui tanggul itu adalah Desa Laren, Plangwot, Bulutigo, Pesanggrahan, dan Keduyung. Kebutuhan tanggul tambahan ini sangat penting agar luapan air Bengawan Solo tidak sampai membajiri permukiman warga. Desakan ini karena jika sudah terjadi banjir, maka air sangat lama surut. “Nah, untuk mempercepat proses penyurutan banjir diperlukan juga pompa. Namun untuk pompa ini dibutuhkan di empat kecamatan,” papar pria asli Lamongan ini.

Ia merinci, estimasi pompa yang dibutuhkan di Kecamatan Babat 2 unit, Glagah 2 unit, Karangbinangun 2 unit, dan Laren 2 hingga 4 unit. Selain, meminta pembangunan tanggul tambahan, saat terjun ke lokasi banjir Aqib juga menyerahkan bantuan beras sebanyak 1.500 kantong. “Saya sengaja menggelar baksos itu sesudah air surut. Karena pascabanjir itulah masyarakat sangat membutuhkan bantuan,” ungkap Aqib.

Terkait semua kebutuhan penangulangan banjir ini,  Aqib mengatakan butuh koordinasi antara Pemkab Lamongan dengan Pemprov Jatim. “Biayanya itu sangat besar, daerah bisa minta bantuan dana pusat,” paparnya.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo mengungkapkan, bahwa untuk penguatan tanggul yang sudah ada perlu juga ditanam Pohon Randu. Ini diperlukan agar tanah tanggul tidak jebol karena tergerus air.

“Ternyata air itu punya jalan sendiri. Plengsengan atau tanggul tidak bisa menahan air. Makanya sering terjadi tanggul jebal. Nah, untuk memperkuat itu perlu ditanam pohon, seperti Pohon Randu atau Waru,” papar Soekarwo.

Sebelumnya, Bupati Lamongan Fadeli mengatakan, ketinggian air Bengawan Solo memang tertinggi terhitung dalam lima tahun terakhir ini. Sebelumnya, air Bengawan Solo tidak setinggi ini. “Tapi ini bukan siklus tahunan. Hanya tahun ini luapan tertinggi selama lima tahun terakhir ini,” kata Fadeli. (pca/kom)

post-top-smn

Baca berita terkait