Thursday, 21 June 2018

Butuh Evaluasi Sagas Saber Pungli Kota Probolinggo

post-top-smn
Keterangan gambar : Kapolres Kota Probolinggo AKBP Hando Wibowo, SIK. MSI dan Wakapolres Kompol Djumadi saat memberikan paparan di acara Coffee Morning dengan para Wartawan.

Kapolres Kota Probolinggo AKBP Hando Wibowo, SIK. MSI dan Wakapolres Kompol Djumadi saat memberikan paparan di acara Coffee Morning dengan para Wartawan.

Probolinggo, SMN – Sepak terjang Satuan Tugas Sapu Bersih Pungutan Liar (Satgas Saber Pungli) Kota Probolinggo yang dibentuk belum optimal. Hingga kini belum terdengar adanya aksi yang dilakukan. Sebab, pembentukan satgas tersebut hanya terkesan formalitas melaksanakan instruksi Presiden. Apalagi komposisi satgas diisi orang-orang di birokrasi yang justru menjadi ladang subur praktik pungli. Bisa diprediksi pungli akan makin marak terjadi karena melihat satgas tidak serius menjalankan tugasnya.

Wakil ketua DPRD kota probolinggo Zulfikar Himawan mengatakan “Saya melihat pelaksanaan yang sudah berjalan ini masih perlu dievaluasi lagi, baik masalah penganggaran, regulasi maupun implikasinya di lapangan,” (18/1).

Lebih lanjut Zulfikar Himawan mengatakan, tim saber pungli yang dibentuk pemerintah adalah langkah bagus untuk menekan praktek pungutan liar ataupun bentuk lain dari suap dan sebagainya.

Sejak dibentuk dan dikukuhkan harus dibarengi dengan melakukan sosialisasi tentang Saber Pungli sampai ke tingkat bawah hingga kecamatan dan kelurahan.

“Percuma kalau pungli hanya diberantas yang diatas atau institusi besar saja, sementara lingkup kecamatan dan kelurahan budaya pungli meski nilainya kecil tetap ada,” tandasnya.

Politisi partai Nasdem ini, berharap dengan adanya sosialisasi secara menyeluruh dan intensif tentunya akan lebih efektif pelaksanaannya.

Dengan demikian tujuan awal dari Saber Pungli ini akan dirasakan masyarakat, sehingga akan tercipta pola pelayanan pemeritah kepada masyarakat yang bersih dan tidak ada lagi biaya-biaya yang tidak dapat diprediksi atau biaya siluman yang sering dinamakan dengan pungli.

“Dengan demikian, dipastikan orang-orang luar daerah cenderung untuk tertarik melakukan innvestasi di daerah, khususnya Kota Probolinggo.”

Ketua Komisi B, DPRD Kota Probolinggo, H. Rano Cahyono. Pihaknya mengapresiasi upaya Pemerintah Kota Probolinggo membentuk Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli).

“Kami di DPRD berharap Tim Saber Pungli bisa bekerja optimal dan objektif dalam upaya pemberantasan pungli,” ucapnya.

Politisi Partai Golkar ini mengatakan, melihat komposisi Tim Saber Pungli yang melibatkan unsur penegak hukum dari Kepolisian dan Kejaksaan, pihaknya yakin pemberantasan pungli akan berjalan. Sebab, tim ini selain melibatkan unsur internal Pemerintahan dari eksternal.

“Saat ini penindakan dalam pemberantasan pungli kerap dilakukan eksternal dari penegak hukum. Seperti saat pungutan parkir, yang aktif pihak kepolisian. Tetapi penindakan internal hampir tidak ada.”

Lebih lanjut Rano Cahyono, mengatakan dengan melibatkan kepolisian dan kejaksaan tim saber pungli hendaknya bisa bekerja seperti Operasi Tangkap Tangan (OTT). Ia pun optimistis jika pembenahan internal Pemerintahan telah dilakukan, pemberantasan pungli akan berbuah hasil.

“Kalau dari internal sudah bersih, otomatis masyarakat tidak akan bisa berkompromi dan praktik pungli bisa diberantas.”

Disisi lain, terbentuknya Tim Saber Pungli setelah terbentuk Tim Saber Pungli harus menunjukkan kinerjanya bukan hanya sebatas koordinasi dan sosialisasi.

“Tim Saber Pungli harus bekerja secara optimal dalam mencegah dan memberantas segala bentuk pungli. Kami berharap tim ini segera difungsikan. Jangan sekedar dibentuk dan kinerjanya tak efektif,” Rano Cahyono juga menjelaskan, dampak yang ditimbulkan oleh pungli luar biasa dan sangat merusak, seperti menghambat investasi dan mengganggu pelayanan masyarakat.

“Tidak melihat besar kecilnya, tetapi pungli menjadi sebuah ancaman besar bagi proses percepatan pembangunan ke depan. Pelayanan yang seharusnya bisa didapat dengan murah bahkan tanpa biaya malah menjadi biaya tinggi dan ini merugikan masyarakat.”

Wakil Ketua Tim Satgas Saber Pungli Kota Probolinggo, Kompol Djumadi, mengatakan, keberadaannya sudah dibentuk yang diketuai Walikota Hj Rukmini.

“Kebetulan saya diberikan mandat menjadi Wakil Ketua. Kami selalu mengedepankan perencanaan sebelum bertindak,”

Wakapolres Probolinggo Kota jugamengatakan, kegiatan yang dilakukan Tim Saber Pungli Kota Probolinggo, meliputi pemetaan pelayanan yang rawan pungli dan membentuk kelompok penyuluhan. Apabila sudah dilakukan kegiatan pemetaan diketahui ada pungli, maka diserahkan kepada tim penindakan.

“Jika di provinsi atau daerah lain sudah memiliki Satgas Saber Pungli, Kota Probolinggo merupakan yang ke sepuluh di Jawa Timur yang terbentuk. Ini telegram dari Kapolda Jawa Timur,”

Waka Polres kota juga telah memetakan pelayanan pelayanan yang berpontensi rawan pungli.(edy)

post-top-smn

Baca berita terkait