Friday, 19 April 2019

Bupati Probolinggo Nyoblos Di TPS 004 Sidomukti

post-top-smn

Bupati Puput Tantriana Sari bersama suami Hasan Aminuddin setelah melakukan pencoblosan.

Probolinggo, suaramedianasional.co.id – Bupati Probolinggo Hj P Tantriana Sari bersama suaminya yang juga anggota komisi VIII DPR RI, H Hasan Aminuddin, menyalurkan hak suaranya dalam Pemilu serentak Pemilihan Legislatif (Pileg) dan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) tahun 2019 di Tempat Pemungutan Suara (TPS) 004 Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Rabu (17/04/2019) pagi.
Nama dua tokoh Kabupaten Probolinggo ini tercantum bersama 299 Daftar Pemilih Tetap (DPT) lainnya yang notabene adalah warga masyarakat Kelurahan Sidomukti Kecamatan Kraksaan, Kabupaten Probolinggo. Hadir pula dalam kesempatan tersebut, tim monitoring Pemilu 2019 Kabupaten Probolinggo bersama Tim Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Pemilu 2019 Kabupaten Probolinggo.
Bupati Tantri mengemukakan berdasarkan pemantauannya, tingkat partisipasi dan kehadiran masyarakat Kabupaten Probolinggo kali ini jauh lebih baik. Pihaknya optimis tingkat kehadiran masyarakat Kabupaten Probolinggo dalam Pemilu serentak tahun 2019 kali ini mampu mencapai target Nasional KPU RI sebesar 77,5%.
“Salah satu indikasinya adalah kondisi jalan raya Pantura dan ruas jalan di berbagai wilayah terlihat relatif lengang. Kurang lebih 20 kilometer jarak yang kami tempuh dari rumah dinas menuju TPS 004 ini. Alhamdulillah suasana jalan sangat sepi dan mirip suasana lebaran Idul Fitri,” ungkap Bupati Tantri.
H. Hasan Aminuddin dalam kesempatan tersebut mengatakan kertas surat suara pada Pemilu kali ini dirasa cukup menyulitkan masyarakat awam pada saat memilih. Oleh karena itu pihaknya berharap pada Pemilu yang akan datang agar kertas suara tersebut lebih sederhana dan memudahkan bagi pemilih. “Kotak suara untuk Pemilu kali ini lebih praktis, efektif dan efisien. Namun perlu dievaluasi lagi tentang bagaimana teknis pelaksanaan Pemilu agar masyarakat lebih mudah dalam menyampaikan aspirasi pilihannya. Sebagaimana yang saya alami langsung barusan, membuka lipatan kertasnya terlalu lebar,” tandasnya. (edy)

post-top-smn

Baca berita terkait