Wednesday, 20 June 2018

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni Peduli dan Sosialisasikan ABK

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan motifasi dan semangat pada ABK

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan motifasi dan semangat pada ABK

Ponorogo, SMN – Ruh Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlisssoni benar-benar Luar biasa, bukan hanya seorang pengusaha sukses dan Begawan partai Gerindra saja namun juga pemerhati yang berkepedulian kepada anak yang berkebutuhan khusus atau anak inklusif, artinya anak inklusif itu anak yang berkebutuhan khusus namun sekolahnya di sekolah umum dan dia bersama-sama belajar dengan anak yang lain, tetapi disaat tertentu anak-anak yang berkebutuhan khusus ditempatkan pada tempat ketrampilan khusus. Pasalnya hal ini terbukti dengan digelarnya giat yang jarang sekali dilakukan oleh kabupaten lain yaitu Gebyar kreatifitas anak berkebutuhan khusus (ABK ) dengan acara jalan santai berhadiah, yang dihadiri Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni, Wakil Bupati H.Sudjarno,kepala dinas Pendidikan Tutut Erliena, kepala bank Jatim Ponorogo Widyanayati, semua panitia, Sekolah ABK, dinas pendidikan dan segenap masyarakat yang hadir di Paseban Aloon-Aloon Ponorogo pada hari kamis tanggal 26/1 kemarin.

Dalam sambutannya, Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni menyampaikan, Pihaknya memberikan perhatian kepada anak-anak yang berkebutuhan khusus demi rasa kemanusiaan dan telah mempersiapkan acara ini sudah sejak lama. Anak berkebutuhan khusus ini ingin menunjukkan kemampuannya, walaupun mereka dengan segala keterbatasan tapi mereka juga bisa melakukan berbagai kegiatan layaknya orang normal. Bisa disaksikan berbagai penampilan kesenian, dan ekspresinya mereka telah menununjukkan betapa hebatnya mereka,” Ini merupakan bagian yang menunjukkan para pengasuh-pengasuh yang sabar telah bekerja dengan sangat baik”, ujarnya.

Pembangunan ke depan tidak boleh melupakan ABK, Pemerintah harus terus berpihak dan memberikan kesempatan kepada mereka dalam setiap pembangunan. Oleh karena itu Ipong akan meningkatkan kebijakan-kebijakan yang bisa hadir sebagai bukti untuk menunjukkan perhatian pemerintah kepada mereka dan kedepan akan menganggarkannya. Serta bagi anak yang tidak sekolah, akan dilakukan pendataan lagi melalui camat dan kepala desa, paparnya.

Lanjutnya,Pembinaan pemerintah dengan menggunakan sekolah yang dimiliki pemerintah termasuk guru-gurunya akan ditingkatkan peran dan fungsinya dengan memberikan pelatihan pendidikan dan mendorong sekolah-sekolah untuk membuka kelas khusus bagi anak-anak inklusif ini.” Harapan kedepan semakin sedikit lahirnya anak-anak yang berkebutuhan khusus dan berharap normal, karenanya kesehatan sangat penting dan ABK ini dibina sedemikian rupa supaya mereka betul-betul menjadi anak normal. “Pemerintah sudah memberikan kebijakan-kebijakan khususnya terkait anak-anak yang inklusif di tahun 2017 ini”, pungkas Ipong.

Lebih lanjut hal senada juga disampaikan kepala dinas Ponorogo Tutut Erliena, acara ini merupakan lahirnya anak-anak yang diprioritaskan untuk harus dibuat spesial, untuk mewujudkan agenda ABK ini waktunya sangat susah karena terkait dengan kesibukan masing-masing pihak,” Alhamdulillah, sekarang sudah terlaksana”, ujarnya. Intinya, kabupaten Ponorogo ini mewadai anak-anak yang berkebutuhan khusus, sehingga pendidikan inklusif akan di kibarkan di kabupaten Ponorogo. Pendidikan inklusif adalah pendidikan yang mewadai anak-anak berkebutuhan khusus yang ada di sekolah-sekolah umum, sedangkan anak inklusif itu anak yang berkebutuhan khusus namun sekolahnya di sekolah umum dan dia belajar bersama-sama dengan anak yang lain, tetapi disaat tertentu anak-anak yang berkebutuhan khusus kita tempatkan pada tempat ketrampilan khususnya, dalam satu minggu ada beberapa kali pendidikannya. Sampai saat ini di Ponorogo anak Inklusif teradmin dengan kisaran angka 500.

Adapun sekolah yang saat ini menerima ABK diantaranya Muhammadiyah 1, SMA Imersion, SMP terpadu,SMKN2, SMK PGRI. Untuk mendukung hal tersebut, Beberapa guru yang ada disekolah itu didiklatkan guna bisa memberikan pelajaran kepada anak yang berkebutuhan khusus ditambah dari guru-guru yang khusus yang diambil dari guru SLB, karena memang cocok untuk anak yang berkebutuhan khusus. Dalam pendidikan ini pelajaran yang paling banyak adalah ketrampilan. Sedangkan Depabilitasnya daya ingat atau pikirnya normal tapi dia terbatas. “Saya atas nama Dinas pendidikan kabupaten Ponorogo, menghimbau kepada orang tua kalau anaknya memang harus dibantu khusus, segera melaporkan ke dinas pendidikan untuk kita arahkan sekolah mana yang cocok”, himbaunya.” Kami berharap masyarakat bisa tergerak hatinya untuk menempatkan pendidikan anak itu harus dimana pendidikannya, sehingga akan tercipta cita-cita pemerintah dan orang tua ABK menjadi anak yang mandiri’,Pungkas Tutut Erliena. (Wied)

post-top-smn

Baca berita terkait