Wednesday, 19 December 2018

Bupati Ponorogo H.Ipong MUchlissoni Mutasi Ratusan Pejabat

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat membacakan sumpah pejabat baru

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat membacakan sumpah pejabat baru

Ponorogo, SMN – Bupati Ipong kembali  melakukan mutasi pergeseran dan  promosi jabatan terhadap 226 pejabat. Mulai dari pejabat tertinggi pratama atau eselon II Kepala Dinas, hingga eselon terendah. Prosesi pelantkan dan pengambilan sumpah jabatan dilaksanakan Jum’at (20/10) d pendopo agung Ponorogo.

Perincian data mutasi kali ini mencakup pelantikan 6 pejabat pimpinan tinggi pratama, 56 Pejabat Administrator, 154 Pengawas, 9 Pengawas Sekolah, dan 1 Penilik.

Mutasi kali ini adalah mencakup pelantikan dan pengambilan sumpah/janji Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama. Administrator, Pengawas, Pengawas Sekolah dan Penilik. Sejumlah 6 pejabat pimpinan tinggi pratama baru yang kali ini dilantik. Yakni Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga yang diisi oleh mantan Camat Ponorogo (Kota), Bambang Nurcahyo.

Kemudian mantan camat Siman, Dewi Wuri Handayani, sekarang menjabat sebagai Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan. Sementara Kabid Pajak Daerah Badan Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah, Agus Sugiarto, naik pangkat dilantik menjadi Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Selajutnya Imam Basori yang sebelumnya Camat Ngrayun, dilantik menjadi Kepala Pelaksana BPPD.

Dua pejabat tinggi lainnya yang dilantik pada posisi baru, adalah, Sapto Djatmiko, yang diberi posisi sebagai Kepala Dinas Lingkungan hidup. Kemudian, Najib Susilo yang sebelumnya Asisiten II Administrasi dilantik pada jabatan baru sebagai Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik.

Walau telah dilantik sebagai Kepala Dinas yang baru, yakni LH, berdasar Surat Keputusan Bupati yang dibacakan usai pelantikan pejabat baru, Sapto Djatmiko, masih diberi jabatan PLt pada dinas yang sebelumnya ia pimpin. Yakni Dinas Parawisata. SK Bupati tersebut selanjutnya juga menunjuk Kepala BKD Winarko Arief, sebagai PLt Asisten II Administrasi yang ditinggalkan Najib Susilo.

Selebihnya, ada pergeseran pejabat lebih dari 200 posisi pada pejabat administrator, Pengawas, Pengawas Sekolah dan Penilik. Yang agak unik adalah adanya pembatalan hasil seleksi promosi pada posisi Kepala Satpol PP. Sehingga belum ada pejabat baru yang resmi dan dilantik. Sehingga seperti disampaikan bupati H. Ipong, akan diadakan lelang jabatan seleksi pada posisi jabatan tersebut.

“Alhamdulilah, walau mungkin bisa dikatakan mutasi ketiga ini molor, atau mundur dari rencana awal, tetapi bisa kita laksanakan tidak jauh dari rencana pelaksanaan itu. Semua itu bukan apa-apa, tak lain dan tak  bukan karena keinginan kita untuk menempatkan pejabat yang tepat pada posisi yang tepat. The Right Man On The Right Place,” terang Bupati H. Ipong.

Bupati mengakui bahwa masih banyak posisi jabatan yang mana disitu masih belum ada atau minim pejabat yang sesuai dengan klasisifikasi kademik jabatan tersebut. Ataupun kalau toh ada, eselonnya juga belum nyampai.

“Sehingga seperti posisi Kepala Dinas Kominfo dan LH yang baru saja kita tunjuk dan lantik. Secara spesifik kita belum ada pilihan tepat atas jabatan itu. Sehingga tanpa melalui lelang jabatan, posisi itu langsung kita tunjuk pejabatnya itu,” tambah bupati.

Sebagaimana janji saat kampanye dulu, bupati H. Ipong menegaskan kembali bahwa mutasi pejabat tidak ada istilah bayar membayar. Bahkan bupati Ipong merasa lebih senang, karena mutasi ketiga kali ini, pihaknya tidak lagi mendengar ada pejabat yang tertipu janji makelar jabatan. Atau termakan kasak-kusuk janji penempatan posisi. Seprti yang terjadi saat mutasi pertama beberapa waktu lalu. (hms/adv/wied)

post-top-smn

Baca berita terkait