Tuesday, 16 October 2018

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni Helat Sosialisasi PKL Dan Proyek Waduk Bendo

post-top-smn
Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan penjelasan

Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni saat memberikan penjelasan

Ponorogo, SMN – Visi Ponorog berbenah, Ponorogo lebih maju,berbudaya dan religious benar-benar mulai dilakukan, Pasalnya Bupati Ponorogo, Drs H. Ipong Muchlissoni dalam rangka membangun infrastruktur untuk meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui pariwisata telah menghelat Sosialisasi Pedagang Kaki Lima dan Sosialisasi tentang Proyek Waduk Bendo dihadiri oleh Bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni, segenap Forpimka dan Forpimda, Kepala dan staf Kontraktor Pembangunan Proyek Waduk Bendo, Perhutani, Kades Ngindeng dan jajarannya serta perwakilan warga masyarakat Dukuh Bendo, Desa Ngindeng, Kecamatan Sawoo pada hari Rabo 26/10 kemarin.

Dalam sambutannya bupati Ponorogo H.Ipong membeberkan, Pihaknya merasa lega karena pengurusan surat ijin yang telah lama ditunggu-tunggu dalam beberapa bulan lamanya terkait tukar menukar kawasan hutan (TMKH) atau tukar guling dari kementerian lingkungan hidup telah beres dan akan dikirim pekan ini,,”Surat ijin Tukar Menukar Kawasan Hutan (TMKH) dari Kementerian Lingkungan Hidup sudah clear dan dijanjikan minggu ini akan dikirim,”Artinya, pembangunan rumah untuk warga terdampak proyek waduk Bendo itu sudah bisa dimulai”, ujarnya.Menurutnya, rapat koordinasi ini dihelat dengan tujuan untuk memberikan kepastian dan menghilangkan keresahan bagi warga yang akan terdampak pembangunan bendungan bendo ini terutama dengan ketakutan warga akan ganti rugi rumah yang telah dihuni bertahun-tahun, sambungnya.

“Namun karena anggaran untuk pembangunan rumah cukup besar yaitu 15 Miliar, dan harus mengikuti prosedur,karena ada petunjuk pelaksanaan ( JukLak) dan petunjuk tekhnis (JukNis) maka pembangunan rumah pengganti akan dimulai tahun depan. Rencananya lelang bulan Februari 2017, pembangunan kurang lebih 3 bulan, maka dapat dipastikan bulan Juli 2017 rumah pengganti bagi warga terdampak sudah bisa ditempati,”urainya.” Kami mohon warga untuk bersabar, karena semua memakai juklak dan juknis yang harus kita lalui sehingga memakan banyak waktu.” Namun karena manfaat bendungan ini cukup besar, seperti Pertanian, Pariwisata dan sumber daya listrik, mari kita bekerja sama untuk melancarkan pembangunan bendungan Bendo ini,” Urainya.

Dalam perhelatan Sosialisasi tersebut sempat diadakan audensi dengan sesi tanya jawab antara Bupati dengan perwakilan warga masyarakat diantaranya mengenai ganti rugi bagi yang terdampak terowongan, kapan relokasi akan dilaksanakan dan kisaran harga ganti rugi lahan juga mengenai pencabutan patok tempat warga berjualan.”Sementara itu 3 KK dipastikan untuk meninggalkan kediamannya lebih awal dikarenakan pembangunan terowongan bendungan sudah akan dimulai,” Untuk itu mereka akan mengontrak rumah selama 7 bulan sampai pembangunan rumah pengganti selesai tahun depan,” Pungkas H.Ipong Muchlissoni.

Lebih lanjut, hal senada juga diungkapkan camat Sawoo Mardiyanto, Pihaknya merasa senang karena masalah yang telah lama tak kunjung rampung dan menjadi pengganggu jalannya proyek waduk Bendo telah selesai dengan kehadiran bupati Ponorogo H.Ipong Muchlissoni melalui sosialisasi kepada masyarakat terkait hal tersebut,”Saya benar-benar merasa gembira, masalah yang lama tak kunjung beres kini sudah rampung dengan kehadiran bupati Ponorogo H.Ipong Muchlisssoni,terlebih masyarakat juga merasa marem, sudah tidak takut lagi akan perihal ganti rugi atas rumah yang telah dihuni bertahun-tahun,”Pasalnya rumah masyarakat yang terdampak proyek waduk Bendo khususnya 89 rumah, diganti dengan rumah baru yang dilengkapi oleh fasilitas-fasilitas yang lengkap termasuk juga tempat ibadah dan ditambah luas tanah di area huniannya, tidak hanya itu saja, tanaman di halaman yang terdampak baik bambu, pohon diganti dengan lima puluh juta rupiah” Jelentereh Mardiyanto. (Wied/Hms/Adv).

post-top-smn

Baca berita terkait